Perkawinan Sedarah, Domba Ini Bermata Satu
Hewan domba bermata satu dan tidak memiliki hidung disebut Disnakanla Kabupaten Garut karena perkawinan sedarah atau faktor terpapar virus
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut – Hewan domba bermata satu dan tidak memiliki hidung disebut Disnakanla Kabupaten Garut karena perkawinan sedarah atau faktor terpapar virus akibat lingkungan tidak sehat.
Kejadian kelahiran tidak normal hewan, seperti domba bermata satu ini bukanlah kali pertama terjadi di Kabupaten Garut.
"Adanya kambing atau domba yang kemarin lahir dengan kondisi seperti itu (abnormal) bisa jadi karena 'inbreeding' atau perkawinan sedarah dan bisa jadi karena virus atau lingkungan tidak sehat," kata Kepala Disnakanla Kabupaten Garut Jawa Barat Sofyan Yani di Garut, Senin (14/2).
Baca Juga: Duh Gegara Ini Perayaan Hari Jadi Kabupaten Garut ke-209 Ditunda
Ia menuturkan pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya kelahiran domba bermata satu dan tidak ada hidung milik peternak domba di Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti, Garut.
Kelahiran domba maupun kambing secara tidak normal itu, kata dia, bukan yang pertama kali, sebelumnya juga pernah terjadi yang berdasarkan kajian karena faktor perkawinan sedarah dan akibat terpapar virus maupun bakteri saat dalam kandungan.
"Kelahiran hewan ternak seperti itu sering terjadi, makanya di dalam budidaya itu sebaiknya perkawinan sedarah harus dihindari," katanya.
Ia menyampaikan petugas lapangan kesehatan hewan sering melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap peternak terkait menjaga kesehatan hewan mulai dari kandang, pemberian obat vitamin, dan pakan yang baik.
Baca Juga: 11 Kursi Jabatan Strategis Kosong, KPK Buka Seleksi
Termasuk sosialisasi masalah dampak dari perkawinan sedarah, kata Sofyan, sering disampaikan petugas kesehatan hewan kepada peternak, khususnya peternak domba agar menghasilkan ternak yang berkualitas.
"Kami sudah melakukan sosialisasi kepada peternak untuk selalu menjaga kesehatan hewan, dan juga menyampaikan tentang dampak jika dilakukan perkawinan sedarah," katanya.
Sebelumnya masyarakat Garut sempat ramai memperbincangkan kelahiran domba dengan satu mata dan tanpa hidung milik peternak Hendi (28) warga Kampung Kubangsalawe, Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti.
Domba malang itu lahir pada Jumat (11/2) sore, dan sempat bertahan hidup meski akhirnya mati karena kondisinya lemah pada Minggu (13/2) pagi. (*)
Editor : inilahkoran

