Perkuat Pelestarian Sejarah dan Budaya
Sebuah kota tidak hanya dibangun oleh jalan, gedung, atau deretan fasilitas modern.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Sebuah kota tidak hanya dibangun oleh jalan, gedung, atau deretan fasilitas modern. Di balik perkembangannya, ada sejarah yang perlu dikenang, budaya yang harus dijaga, serta identitas yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kesadaran itulah yang ingin diperkuat Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin. Pelestarian sejarah, seni, dan budaya kini ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga jati diri Kota Hujan.
Berbagai langkah mulai dilakukan. Tidak hanya merawat peninggalan bersejarah, pemerintah juga menghadirkan ruang-ruang baru agar masyarakat semakin dekat dengan akar budayanya.
Salah satunya melalui peluncuran Hymne “Jayalah Bogor”, sebuah karya yang diharapkan menjadi simbol semangat, kebanggaan, sekaligus kecintaan masyarakat terhadap kotanya.
“Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan Hymne ‘Jayalah Bogor’ sebagai karya yang merepresentasikan semangat, kebanggaan, dan kecintaan terhadap Kota Bogor,” ujar Dedie dalam keterangannya, Kamis (23/7).
Perhatian juga diarahkan pada salah satu situs bersejarah paling penting di Kota Bogor, yakni Prasasti Batutulis.
Setelah puluhan tahun tidak mengalami perbaikan, cungkup yang melindungi prasasti tersebut akhirnya direnovasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kerajaan Sunda dan perkembangan Kota Bogor.
Tidak berhenti pada pelestarian fisik, Pemerintah Kota Bogor juga mulai menghidupkan kembali Museum Pajajaran sebagai pusat edukasi sejarah, seni, dan budaya.
Museum itu diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih terbuka, terutama bagi generasi muda, agar mereka tidak hanya mengenal sejarah dari buku pelajaran, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
“Kami juga mulai mengaktivasi Museum Pajajaran sebagai pusat edukasi sejarah, seni dan budaya. Museum tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kekayaan budaya Kota Bogor,” kata Dedie.
Upaya memperkenalkan sejarah juga dilakukan melalui tradisi Helaran Pajajaran yang digelar setiap peringatan Hari Jadi Bogor (HJB).
(rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran

