Permudah Akses Layanan Kesehatan bagi Masyarakat, RSUD Kota Bogor Hadirkan Inovasi e-blud
Memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor menghadirkan inovasi layanan elektronik e-blud.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bogor- Memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor menghadirkan Inovasi layanan elektronik e-blud.
Direktur RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir mengungkapkan, dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Kota Bogor telah menghadirkan beberapa Inovasi pelayanan.
Menurut Ilham Chaidir, Inovasi pelayanan yang dihadirkan RSUD Kota Bogor di tahun 2022 ini antara lain layanan e-blud, SIMRS serta pelayanan lainnya yang berbasis digital.
" Pelayanan elektonik badan layanan umum daerah atau e-blud RSUD Kota Bogor secara resmi kami luncurkan pada akhir Juli 2022 lalu tepatnya tanggal 25 Juli dan disaksikan langsung Kementerian Dalam Negeri," ungkap Ilham Chaidir, Kamis 25 Agustus 2022.
Ilham Chaidir mengatakan, pelayanan elektronik atau e-blud menjadi salah satu cara mendapatkan kepastian layanan yang mumpuni kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Secara administrasi nanti terjadi digitalisasi layanan sehingga bisa merekam semua tindakan medis pengobatan termasuk administrasi agar tercipta reformasi birokrasi di bidang aparatur RSUD.
"Sebelumnya kami meluncurkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). SIMRS ini ternyata dapat mempermudah pendaftaran pasien rawat inap dan rawat jalan melalui Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM)," imbuh Ilham.
Ilham melanjutkan, untuk SIMRS di RSUD Kota Bogor mempunyai tagline 'Transformasi digital Menuju RSUD Kota Bogor Hightech', karena hadir untuk memudahkan pasien dalam mendapatkan layanan di RSUD Kota Bogor secara digital.
Sekaligus mengurangi kepadatan antrean saat pelayanan. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Playstore.
"Pasien dan kami juga merasakan dampak positifnya setelah aplikasi diterapkan, dimana antrean layanan mulai berkurang. SIMRS kami fokuskan pada hal yang berhubungan dengan pelayanan pasien, mulai dari berbagai pendaftaran, rawat jalan, rawat inap hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD)," ujarnya.
"Kedepan RSUD Kota Bogor melanjutkan SIMRS ke bagian-bagian lain. Seperti bagian keuangan, aset dan lainnya yang akan terkoneksi dalam satu sistem," tambahnya.
Ilham berharap, digitalisasi bisa mencakup semua sektor di RSUD Kota Bogor. Sehingga tidak hanya memudahkan pelayanan, tapi juga memenuhi keterbukaan informasi kepada publik terkait RSUD Kota Bogor.
Apalagi, banyak rumah sakit di Jawa Barat sudah lebih dulu menggunakan sistem digitalisasi seperti ini. Sehingga, RSUD Kota Bogor tak mau ketinggalan agar terus berupaya meningkatkan pelayanan.
"Ya, semoga kami secara bertahap bisa penuhi itu, apalagi kami masih tertinggal ini, banyak RS di pulau Jawa sudah duluan. Memang tidak mudah, merubah budaya dari manual ke digital. Tapi kami akan upayakan terus," jelasnya.
Terpisah, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto meminta agar pembangunan sistem di RSUD Kota Bogor harus totalitas dan tidak setengah-setengah.
Ketika ada aplikasi baru, fokusnya tidak hanya untuk mengurangi antrean saja, namun juga membangun transparansi. Tidak hanya pelayanan, tapi juga semua kegiatan hingga pengadaan. Harus juga bisa monitor dokter mana saja yang aktif dan lainnya, karena semua harus jadi atensi.
"Ya, termasuk kaum berumur yang cenderung belum gadget friendly. Itu juga harus dipikirkan, tetap semua harus dibantu. Di era digitalisasi, Inovasi ini agar harapan pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat bisa diwujudkan di Kota Bogor," pungkasnya.***(Rizki Mauludi)
Editor : Ghiok Riswoto


