Persib vs Persebaya: Euforia Pembuka

GELAR Piala Presiden 2026 bakal melesatkan optimisme Persib Bandung untuk merengkuh berbagai trofi bergengsi di musim 2026/2027.

Persib vs Persebaya: Euforia Pembuka

Oleh : Muhammad Ginanjar

Target itu telah berubah. Persib yang tadinya menjadikan Piala Presiden sebagai ajang menyatukan chemistry menjadi misi meraih trofi. Mereka tinggal selangkah lagi merebut trofi yang lama lepas dari genggaman.

Persib meladeni Persebaya dalam partai final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) malam WIB. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, ambisi juara tetap membara.

Maung Bandung mencoba mengulangi prestasi yang mereka raih 11 tahun lalu lalu. Ketika itu, tepatnya 18 Oktober 2015, Persib jadi kampiun Piala Presiden edisi pertama dengan mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 di partai puncak.

Di tengah minimnya masa recovery, Pelatih Igor Tolic mengaku belum bisa menentukan siapa saja pemain yang masuk starting line-up. Dia hanya memastikan bakal memasang penggawa-penggawa yang berada dalam kondisi prima.

Persib baru melakoni laga melawan Persija di babak semifinal pada Selasa (4/8). Mereka hanya punya waktu sekitar 48 jam untuk memulihkan kondisi.

“Kita akan lihat situasinya besok dan kemudian memutuskan siapa yang akan bermain, siapa yang sehat, dan bagaimana kondisi para pemain. Karena hari ini hanya pemulihan dan besok baru bisa kita lihat,” ujar Igor di Bali, Rabu (5/8/2026).

Pelatih asal Kroasia pun dengan jujur belum melihat kekuatan Persebaya secara mendalam. Bahkan dia hanya menyaksikan sedikit pertandingan ketika Bajul Ijo mengalahkan Arema FC di babak semifinal. 

“Gaya bermain mereka masih sama seperti yang kita ketahui sebelumnya. Jadi kita hanya perlu tahu siapa yang akan bermain untuk Persebaya dan siapa yang akan bermain untuk Persib,” katanya. 

Dengan alasan ini, Igor tidak memiliki waktu untuk memberikan latihan kepada para pemainnya. Dia juga yakin hal serupa dialami Persebaya.

“Mereka (Persebaya) juga masih fokus pada pemulihan pemain. Jadi ya, kemungkinan kami akan menurunkan tim yang ada dan mereka akan bermain sebaik mungkin. Mari kita lihat siapa yang menang,” imbuhnya.

Igor hanya berharap pertandingan berakhir dengan kemenangan oleh tim terbaik, kepemimpinan wasit sangat baik dan semua pemain tetap dalam keadaan sehat. 

“Setelah itu, semoga semua pihak bisa mengambil catatan (evaluasi) untuk tahun depan agar persiapan turnamen bisa jauh lebih baik lagi. Sudah ada peningkatan, tetapi hal di akhir ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Namun kita tetap bermain besok dan melihat apa yang akan terjadi,” tegasnya. 

Pelatih berusia 48 tahun ini memastikan Persebaya merupakan tim yang akan sulit untuk dikalahkan. Apalagi tim asal Surabaya itu memiliki banyak pemain berbahaya. 

“Mereka bertahan dengan low block dan memiliki serangan balik yang sangat bagus. Mereka menunggu Anda melakukan kesalahan, dan saat Anda buat kesalahan, mereka akan menghukum Anda,” tuturnya.

Selain itu lanjutnya, Persebaya memiliki pemain-pemain bagus saat situasi set pieces yang rutin mencetak gol. Termasuk juga lini pertahanan yang solid.

“Jadi itulah perbedaannya, tetapi kami akan mencoba bermain sebaik mungkin dan semoga bisa membuat Bobotoh senang kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares, menaruh respek tinggi terhadap kekuatan Persib. Meski mengakui kualitas calon lawannya, pelatih asal Portugal itu tetap percaya diri Green Force memiliki kemampuan untuk memberikan perlawanan terbaik dan bersaing memperebutkan gelar juara.

Tavares menilai Persib merupakan salah satu tim dengan kualitas terbaik di Indonesia. Menurutnya, Maung Bandung memiliki kedalaman skuad yang luar biasa, didukung banyak pemain berkualitas di setiap lini serta pengalaman sebagai juara Super League dalam tiga musim terakhir.

"Persib adalah juara Super League dalam tiga musim terakhir dan memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Jika melihat komposisi pemain mereka, seolah-olah mereka bisa membentuk tiga tim yang sama kuat," ujar Coach Tavares.

Meski menilai Persib layak disebut sebagai favorit, pelatih berusia 46 tahun itu memastikan Persebaya tidak datang ke final dengan rasa minder. Ia percaya pertandingan akan ditentukan oleh kerja keras dan penampilan para pemain selama 90 menit di atas lapangan.

"Di atas kertas mungkin Persib adalah favorit. Namun pertandingan dimainkan oleh sebelas lawan sebelas pemain. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik," tegas pelatih berusia 46 tahun itu.

Coach Tavares juga mengingatkan bahwa meski Piala Presiden merupakan ajang pramusim, Persebaya tetap memiliki tekad besar untuk menampilkan permainan terbaik. Saat ini fokus utama tim adalah memaksimalkan proses pemulihan mengingat waktu recovery yang sangat terbatas setelah semifinal.

"Ini memang turnamen pramusim, tetapi kami tetap ingin tampil maksimal. Sekarang fokus kami adalah memulihkan kondisi pemain agar bisa menghadapi final dalam keadaan sebaik mungkin," tandasnya. (bsf)

HEAD TO HEAD 02/03/26: Persebaya 2-2 Persib 12/09/25: Persib 1-0 Persebaya 01/03/26: Persebaya 4-1 Persib 18/10/24: Persib 2-0 Persebaya 20/04/24: Persib 3-1 Persebaya

5 LAGA TERAKHIR PERSIB 04/08/26: Persib 2-1 Persija 31/07/26: Persib 1-0 Tampines 28/07/26: DPMM 0-1 Persib 25/07/26: Persib 1-0 Arema 23/05/26: Persib 0-0 Persijap

LIMA LAGA TERAKHIR PERSEBAYA 04/08/26: Persebaya 1-0 Arema 01/08/26: Persebaya 2-1 Port MTI FC 29/07/26: Persebaya 1-0 PSMS 26/07/27: Persebaya 1-0 Persija 19/07/26: Persebaya 2-2 PSIS

PRAKIRAAN PEMAIN Persib (4-3-3) Teja (GK) Kakang, Matricardi, Mutombo, Tanamal (B) Luciano, Adam, Notsuda (T) Barros, Sekulic, Menalo (D) Pelatih: Igor Tolic

Persebaya (4-2-3-1) Ernando (GK) Catur, Mitrevski, Yuran, Jefferson (B) Paixao, Toni (cdm) Rivera, Risaldi, Pereira (T) Mabella (D) Pelatih: Bernardo Tavares 


Editor : Inilahkoran