Varian Omicron Masuk ke Indonesia, Menkes Ungkap Upaya yang Dilakukan Jika Terjadi Worst Case
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengungkapkan upaya yang akan dilakukan jika terjadi kemungkinan terburuk atau worst case.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Covid-19 varian Omicron telah memasuki Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun mengungkapkan upaya yang akan dilakukan jika terjadi kemungkinan terburuk atau worst case.
Sebagai Menteri Kesehatan, Budi mengatakan dirinya harus bersiap-siap dengan segala kemungkian terburuk yang akan terjadi usai varian Omicron masuk ke Indonesia.
Baca Juga: Prediksi Adanya Kemungkinan Gelombang 3 Covid-19, Menkes Budi: Kira-kira 2 Minggu Setelah 1 Januari
"Ini bobol keluar karantina, kalo keluar karantina kemudian menyebar. Menyebar harus ngapain? kalo saya standar harus 3T, Testing, Tracing, dan Treatment, isolasi masih bagus kalo udah kena karantina di situ," ujar Budi dikutip Inilah Koran dari YouTube Deddy Corbuzier, Selasa 28 Desember 2021.
Kemudian, Budi menyampaikan upaya lainnya yang dapat dilakukan jika terjadi kemungkinan terburuk adalah mempercepat vaksinasi.
"Vaksinasi harus dipercepat, karena biar gimana pun orang yang sudah vaksinasi (bisa) tertular tapi masuk rumah sakitnya lebih kecil, wafatnya lebih kecil," ucap Budi.
Selain itu, Budi juga mengatakan bahwa jika varian Omicron ini membuat kasus di Indonesia semakin memburuk, maka semua hal yang berkaitan dengan penyembuhan pasien akan ditanggung.
"Biaya rumah sakit disiapin, kamarnya dokternya, obatnya, oksigennya juga," katanya.
Budi berharap meskipun varian Omicron ini telah masuk ke Indonesia, masyarakat tidak paranoid. Namun, dirinya mengimbau agar masyarakat tetap waspada.
Baca Juga: Saksi Ini Ungkap Fakta Baru Kasus Guru Cabul Pesantren Bandung Herry Wirawan, Apa Itu?
"Kita juga ga boleh paranoid, karena kemungkinan ini lebih ringan dari delta sehingga yang masuk rumah sakit lebih kecil. Tapi balik lagi ya buat temen-temen waspada tapi jangan menakut-nakuti," tuturnya.***
Editor : inilahkoran


