Alami DBD, Pelatih Persib Robert Alberts Dirawat di Rumah Sakit demi Hindari Komplikasi

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts positif alami DBD menurut Dokter Olahraga Alvin Wiharja, Jumat 3 Juni 2022.

Alami DBD, Pelatih Persib Robert Alberts Dirawat di Rumah Sakit demi Hindari Komplikasi
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts positif terkena demam berdarah (DBD)

INILAHKORAN, Bandung- Pelatih Persib Bandung Robert Alberts akhirnya dipastikan positif mengalami demam berdarah (DBD).

Adalah Dokter Olahraga Persib, Alvin Wiharja yang mengonfirmasi Robert Alberts mengalami DBD.

"Jadi hasil trombositnya di bawah rata-rata normal dan juga pemeriksaan NS1 untuk antigen dengue (DBD) itu positif," kata Alvin Wiharja soal kondisi Robert Alberts, Jumat 3 Juni 2022.

Karena itu, Alvin Wiharja menyarankan agar Robert Alberts menjalani perawatan di Rumah Sakit. Tujuannya agar proses penyembuhan berjalan dengan lancar.

 

"Dan untuk menghindari komplikasi lebih lanjut terhadap diagnosis penyakit yang dialami oleh coach Robert tersebut," tuturnya.

Alvin Wiharja memastikan penyakit yang dialami Robert Alberts terjadi akibat nyamuk yang menyebarkan virus melalui vectornya. Ia berharap kondisinya semakin baik sehingga bisa kembali menangani tim.

Terlebih, lanjutnya, saat ini Persib tengah menjalani training center (TC) atau pemusatan latihan di Batam sejak 30 Mei 2022 lalu sebagai salah satu persiapan menghadapi turnamen pramusim 2022 dan Liga 1 2022/2023.

"Kalau kita melihat hasil pemeriksaan darah dan kondisi beliau saat ini, kebetulan kondisi beliau sudah cukup baik, ada perbaikan di rasa nyeri, dan juga kondisi tubuhnya sekarang, dan juga suhu tubuhnya. Kita perkirakan di hari Sabtu ini dia sudah mulai membaik. Tentunya tapi harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah lebih lanjut, sehingga kita dapat memutuskan langkah selanjutnya," jelasnya.

Terkait mengenai kemungkinan kehadirannya di laga persahabatan antara Persib melawan Tanjong Pagar yang rencananya akan digelar Minggu 5 Juni 2022, Alvin belum bisa memastikannya.

"Kita harus tunggu Sabtu ini bagaimana kondisi dari hasil pemeriksaan darah dan kondisi fisik. Ketika memang sudah cukup baik, dan tren trombositnya kan meningkat, itu mungkin menjadi indikasi dia bisa keluar dari rumah sakit. Tentunya kembali ke lapangan melalui proses bertahap, dan tidak bisa langsung, sehingga proses penyesuaian diperlukan untuk mendapatkan hasil optimal dan prima," tambahnya.***(Muhammad Ginanjar)

 

 


Editor : inilahkoran