Jelang Persib vs Persebaya di Piala Presiden 2022, Lima Pemain Persib dalam Bayang-bayang Sanksi

Robert Alberts mengakui lima pemain Persib kini dalam bayang-bayang sanksi menghadapi Persebaya di laga kedua fase grup Piala Presiden 2022.

Jelang Persib vs Persebaya di Piala Presiden 2022, Lima Pemain Persib dalam Bayang-bayang Sanksi
Pelatih Persib Robert Alberts menyebutkan, ada lima pemain yang terancam mendapatkan sanksi yakni Henhen Herdiana, Dedi Kusnandar, Beckham Putra Nugraha, Ezra Walian, dan Erwin Ramdani.

INILAHKORAN, Bandung - Pelatih Persib Robert Alberts mengakui para pemainnya dalam bayang-bayang sanksi menghadapi Persebaya di laga kedua fase grup Piala Presiden 2022.

Robert Alberts mengatakan, setidaknya ada lima pemain yang terancam mendapatkan sanksi. Mereka adalah Henhen Herdiana, Dedi Kusnandar, Beckham Putra Nugraha, Ezra Walian, dan Erwin Ramdani.

Kelimanya dikatakan Robert Alberts akan mendapatkan sanksi larangan bermain di laga selanjutnya melawan Bhayangkara FC apabila mendapatkan kartu kuning tambahan di laga kontra Persebaya.

Baca Juga: Beri Sanksi Tegas Bagi Pengguna Plat RF Bila Arogan di Jalan, STNK Dicabut!

Pelatih asal Belanda ini mengaku tidak bisa mewanti-wanti para pemainnya untuk berhati-hati menghindari kartu kuning di laga melawan Persebaya. Ia hanya berpesan kepada pemainnya untuk tidak melakukan pelanggaran yang tidak perlu.

"Apa itu kartu kuning tidak perlu, ya seperti protes berlebihan, tekel kotor, tekel yang tidak perlu, untuk itu kami setuju dengan kartu kuning yang didapat. Tapi dalam situasi pertandingan yang panas dan bagaimana pemain bereaksi, saya rasa untuk itu harus dimaklumi," kata Robert Alberts di Stadion GBLA, Rabu 15 Juni 2022.

Robert Alberts memaklumi dengan lima kartu kuning yang didapatkan para pemainnya di laga melawan Bali United. Sebab hal itu juga terjadi di Liga-liga besar di dunia.

Baca Juga: Teknis Pelaksaan Pemilu 2024, KPU KBB Tetap Mengacu pada PKPU Nomor 2 Tahun 2022

"Dalam sepak bola profesional, tentu reaksi seperti itu bisa diartikan sebagai hasrat untuk menang, hasrat untuk merebut bola. Selama pemain tampil dengan spirit, semuanya bisa ditangani secara berbeda," tuturnya.

Pelatih berusia 67 tahun ini mengaku sudah mempelajari bagaimana wasit memberikan kartu kuning. Bahkan pihaknya sudah memiliki statistik mengenai hal itu.

"Kini fokus kami adalah pada permainan dan juga memperagakan sepak bola yang menarik untuk menghibur suporter," tegasnya. (Muhammad Ginanjar)


Editor : inilahkoran