Asep Ahmad Solihin Penonton di GBLA yang Meninggal Dikenal sebagai Bobotoh Militan Persib
Asep Ahmad Solihin yang tewas saat menonton tim favoritnya Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, di GBLA, dikenal bobotoh fanatik Persib.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Asep Ahmad Solihin pria 29 tahun, yang tewas saat menonton tim favoritnya Persib Bandung vs Persebaya Surabaya, di GBLA, dikenal sebagai orang yang fanatik dengan Persib.
Bahkan setiap Persib bermain di Bandung, ia tak pernah melewatkan satupun pertandingan tim kesayangannya itu.
"Dia mah Bobotoh pisan, kalau Persib main di Jalak Harupat atau GBLA, dia pasti datang langsung ke stadion," ucap Ade Fahrudin Rozik, kerabat keluarga Asep, saat ditemui, Sabtu (18/6/2022).
Semasa hidupnya, almarhum dikenal cukup aktif dalam dalam bersosialisasi dan kegiatan kemasyarakatan. Bahkan, tercatat sebagai anggota Karang Taruna di Kelurahan Cibaduyut Wetan.
Baca Juga: Asep Ahmad Solihin, Bobotoh yang Meninggal Seorang Buruh Sepatu yang Sangat Mencintai Persib
Karena belum berumah tangga dan merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara, almarhum tinggal bersama dengan kakak-kakaknya di kediamannya tersebut.
Kini pria tersebut pun, tak lagi bisa menyapa keluarganya. Ia dinyatakan meninggal dunia, usai mendapat penanganan medis di RS Sartika Asih, Bandung.
Ade mengatakan penyebab kematian Asep, berdasarkan keterangan dari rumah sakit yang ia terima, karena korban terinjak-injak saat berada di stadion GBLA.
Baca Juga: Kronologis Tewasnya 2 Bobotoh saat Pertandingan Persib Vs Persebaya di GBLA
"Terinjak dan tertimpa pagar dan dilihat dari badannya ada lukanya bekas ke injek, ada dua sodara, yang satu selamat, cuma pingsan, dia dibawa sama temennya dibawa pulang ke rumah dan satunya meninggal," ucapnya.
Saat ini, sejumlah pelayat pun terus berdatangan untuk melakukan takziah ke rumah duka, di gang TVRI RT 02 RW 03, Kelurahan Cibaduyut Wetan, Kecamatan Bojong Loa Kidul, Kota Bandung, tepat di samping Masjid Al-Amanah. (cesar yudistira)
Editor : inilahkoran


