Pesta Juara di Graha Persib: Ketika Harapan Menjadi Nyata dan Konsistensi Membawa Maung Bandung Pertahankan Gelar Liga 1 2024/25

Malam yang penuh emosi terjadi di Bandung pada Senin, 5 Mei 2025. Tidak ada peluit panjang di Stadion Si Jalak Harupat, namun dentuman sorak sorai kemenangan terdengar lantang dari halaman Graha Persib.

Pesta Juara di Graha Persib: Ketika Harapan Menjadi Nyata dan Konsistensi Membawa Maung Bandung Pertahankan Gelar Liga 1 2024/25
Pesta Juara di Graha Persib: Ketika Harapan Menjadi Nyata dan Konsistensi Membawa Maung Bandung Pertahankan Gelar Liga 1 2024/25

INILAHKORAN, Bandung – Malam yang penuh emosi terjadi di Bandung pada Senin, 5 Mei 2025. Tidak ada peluit panjang di Stadion Si Jalak Harupat, namun dentuman sorak sorai kemenangan terdengar lantang dari halaman Graha Persib.

Di sanalah, para pemain dan ribuan Bobotoh merayakan keberhasilan Persib Bandung memastikan diri sebagai juara Liga 1 musim 2024/25 — dua musim berturut-turut mereka berada di puncak.

Kepastian gelar ini datang bukan dari laga mereka sendiri, melainkan dari hasil pertandingan antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya. Persebaya, satu-satunya tim yang secara matematis masih bisa menyalip Persib, hanya mampu bermain imbang 3-3.

Hasil ini membuat mereka tertahan di 54 poin, sementara Persib kokoh di puncak dengan 64 poin dan hanya menyisakan tiga pertandingan lagi — terlalu jauh untuk dikejar.

Momen paling emosional terjadi di menit-menit akhir laga saat Persik mencetak gol penyeimbang. Para pemain Persib yang menonton bareng langsung melonjak, meneriakkan kata "Juara! Juara! Juara!" dengan penuh semangat.

Emosi pun tumpah ruah ketika mereka bergabung dengan ribuan Bobotoh yang sudah menanti di halaman Graha Persib, melanjutkan pesta kemenangan di balkon Dapur & Kopi.

Salah satu sosok paling emosional malam itu adalah bek senior, Achmad Jufriyanto, atau yang akrab disapa Jupe.

Tak kuasa menahan tangis haru, pemain bernomor punggung 16 ini kembali menjadi saksi sekaligus bagian dari sejarah emas Maung Bandung. Ini adalah gelar ketiganya bersama Persib, setelah sebelumnya menjadi bagian dari skuad juara ISL 2014 dan Liga 1 musim lalu.

"IIni luar biasa. Tadi di babak pertama Persik sempat ketinggalan, tapi kami semua yakin sepakbola itu main 90 menit plus,” ujar Jupe dikutipdari laman resmi Persib.

“Karena kami hanya butuh hasil imbang, kami yakin Persik bisa menahan imbang. Alhamdulillah, semua anak-anak langsung pecah setelah pertandingan," sambungnya.

Ia pun menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya soal keberuntungan, tapi hasil dari kerja keras dan konsistensi luar biasa tim sepanjang musim.

"Saya rasa ini buah dari konsistensi sebuah tim. Saya melihat konsistensi itu bagaimana kita tampil di putaran pertama dan kedua. Anak-anak semuanya sudah bekerja luar biasa. Semua tim di Indonesia bisa juara back to back tapi kita salah satunya," lanjutnya.

Jupe juga menyoroti perjuangan tim sejak awal musim, termasuk hasil kurang maksimal di turnamen pramusim dan kompetisi Asia.

"Buat jadi juara back to back itu berat banget. Tapi tahun ini, kita buktikan dan semua pemain berjuang dari mulai persiapan, sempat tidak maksimal di Piala Presiden, lalu terbentur dengan ACL Two tapi kita punya mental yang luar biasa untuk mencap jadi juara di tahun ini," tutupnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan