Petani Cirebon Banyak yang Mundur dari Program Asuransi AUTP
Petani di Kabupaten Cirebon banyak yang mundur dari program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Program ini bekerjasama dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - petani di Kabupaten Cirebon banyak yang mundur dari program asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang digagas oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Program ini bekerjasama dengan PT. asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon. Pada tahun 2023 tercatat 11.500 hektare lahan tanam padi yang mengikuti program AUTP. Namun, pada akhir tahun 2024 tercatat hanya 1.500 hektare lahan yang mengikuti program AUTP. Di Kabupaten Cirebon sendiri, program ini baru baru berjalan dua tahun.
"Jumlah tersebut dari permintaan para petani. Tapi dari pemerintah tidak mengurangi atau membatasi kuota subsidi. Namun para petani sendiri yang tidak mendaftarkan diri untuk mengikuti program asuransi," kata Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Kabupaten Cirebon, Samsina. Senin 11 November 2024.
Menurutnya, premi asuransi yang harus dibayar nilainya mencapai Rp. 180 ribu per hektar. Dari nominal tersebut, Kementan memberikan subsidi untuk para petani senilai Rp. 144 ribu per hektar. Kemudian untuk di Kabupaten Cirebon sendiri, Pemkab setempat menanggung sisa premi yang harus dibayar oleh petani yaitu senilai Rp. 36 ribu.
"Para petani mengikuti program AUTP itu sebetulnya gratis. Ini karena sisa premi asuransi yang harus dibayar oleh petani, ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon," ungkapnya.
Nina menambahkan, para petani yang mengalami gagal panen akibat terendam banjir, dapat mengklaim asuransi tersebut. Nilainya sendiri bisa mencapai Rp. 6 juta per hektarnya.
"Kami belum mengetahui alasan para petani tidak mendaftarkan diri dalam program AUTP ini. Padahal programnya bagus," tukasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

