Pj Wali Kota Cimahi Pastikan Stok Sejumlah Kebutuhan Pokok Masyarakat Masih Aman hingga Jelang Tahun Baru 2025
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memastikan stok bahan pokok masyarakat masih aman hingga jelang Tahun Baru 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi memastikan stok bahan pokok masyarakat masih aman hingga jelang Tahun Baru 2025.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilaksanakan Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi di Pasar Cimindi di Jalan Mahar Martaegara belum lama ini.
"Untuk stok sejumlah kebutuhan bahan pokok masyarakat masih aman meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan," kata Dicky kepada wartawan.
Selain itu, kata Dicky, untuk harga minyak goreng kemasan masih terjaga meski stoknya sulit ditemukan. Sementara untuk minyak goreng curah, pasokannya relatif aman, meski harganya lebih tinggi dibandingkan minyak kemasan.
“Pasokannya tidak lancar, meskipun harga masih terjaga. Ini juga sebagai bahan masukan nanti setiap hari Senin, karena saat itu kami membahas rantai pasokan atau distribusi minyak kemasan yang perlu diperbaiki,” katanya.
Untuk komoditas lainnya, ungkap Dicky, semuanya hampir stabil dan tidak ada kenaikan yang berarti. Termasuk pasokannya pun dipastikan aman.
"Hanya untuk beberapa jenis cabai, seperti cengek domba, harganya naik luar biasa hingga Rp60 ribu per kilogram. Cabai merah keriting dan cabai tanjung juga naik sekitar 15-20 persen dari harga yang ada,” sebutnya.
Masih kata Dicky, kenaikan harga juga terjadi pada ikan nila dan ikan bawal. Dirinya memperkirakan kenaikan tersebut lantaran meningkatnya permintaan menjelang perayaan akhir tahun.
Selain itu, dirinya juga mencatat, harga beras mengalami kenaikan sekitar Rp5.000 untuk jenis beras karungan, sementara beras curah tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
“Kenaikan ini masih dalam batas wajar. Beras ketan juga naik karena pasokannya belum begitu tersedia,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas disebabkan oleh curah hujan tinggi yang memengaruhi ketersediaan dan kualitas produk.
“Curah hujan tinggi menyebabkan ketersediaan tidak seperti di musim kemarau. Beberapa hasil panen mengalami kebusukan sehingga memengaruhi harga,” tuturnya.
"Namun, ada beberapa komoditas seperti tepung terigu, bawang merah, dan bawang putih masih stabil baik dari segi harga maupun pasokan," sambungnya.
Oleh karena itu, tambah Dicky , setiap hari Senin pejabat kepala daerah bersama unsur terkait seluruh Indonesia mengikuti rapat dengan Kementerian Dalam Negeri untuk membahas kondisi inflasi, perkembangan harga, serta ketersediaan bahan pokok.
“Hal ini menjadi perhatian kami agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang stabil,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

