Pj Wali Kota, Forkopimda dan Pemuda Kompak Tolak Judi Online
Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kepemudaan (OKP) dan masyarakat kompak mendeklarasi bersama tolak Judi Online (Judol) di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari bersama perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kepemudaan (OKP) dan masyarakat kompak mendeklarasi bersama tolak Judi online (Judol) di Kota Bogor.
Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sapta Bela Alfaraby menegaskan, KNPI Kota Bogor bersama Pj Wali Kota Bogor dan seluruh masyarakat dan pemuda siap memberantas ‘virus’ Judi online.
"Jadi KNPI menggagas ini pertama di Kota Bogor untuk sama-sama memerangi Judi online, karena ini merupakan PR bersama," ungkap Sapta Bela kepada wartawan pada Minggu 28 Juli 2024.
Sementara itu, Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari mengapresiasi peran serta KNPI dalam mendukung pembangunan di Kota Bogor serta menjalankan fungsi kemasyarakatan, kenegaraan dan kebangsaan. Tentunya dengan berperan aktif dalam sektor kegiatan sosial ekonomi dan kegiatan kepemudaan lainnya.
"KNPI ini sebagai candradimuka para kader, sehingga pemuda-pemuda yang memiliki potensi mempunyai wadah untuk mengembangkan potensi," ungkap Hery.
Hery berpendapat, KNPI menjadi mitra penting bagi pemerintah untuk berbagai kegiatan positif. Deklarasi tolak dan anti Judi online ini merupakan komitmen bersama, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat kewaspadaan, penanganan dan pencegahan terkait Judol.
"Nah, yang perlu dilakukan terkait Judol adalah melakukan verifikasi data sambil terus melakukan pencegahan dan penanganan. Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk menangani dan mengantisipasi. Dan yang terpenting, jangan ada yang mengulangi. Yang sudah berhenti yang belum jangan ada yang mengikuti," tegas Hery.
Hery juga menerangkan, bahwa Judol merupakan dampak negatif perubahan dari adaptasi terhadap kemajuan internet dan digital. Saat ini, literasi digital di Indonesia termasuk di Kota Bogor sudah sangat tinggi.
"Namun kondisi itu tidak dibarengi dengan literasi keuangan digital yang menyebabkan terjadinya kesenjangan yang tinggi antara literasi digital dan keuangan," terangnya.
"Untuk mengurangi kesenjangan itu, peran pemuda sangat diperlukan untuk membuat berbagai kegiatan atau acara untuk memperkecil kesenjangan tersebut," pungkas Hery.
Editor : Ahmad Sayuti

