PKS Kota Bogor Deklarasikan Raih 11 Kursi DPRD, Terjunkan Saksi Untuk Kawal Suara Rakyat 

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor memastikan perolehan kursi DPRD Kota Bogor menjadi 11 kursi, atau bertambah dari periode sebelumnya yang berjumlah 10 kursi. Hal ini didapat dari hasil tabulasi perolehan suara PKS pada Pemilu 2024 untuk pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) DPRD Kota Bogor. 

PKS Kota Bogor Deklarasikan Raih 11 Kursi DPRD, Terjunkan Saksi Untuk Kawal Suara Rakyat 

INILAHKORAN, Bogor - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor memastikan perolehan kursi DPRD Kota Bogor menjadi 11 kursi, atau bertambah dari periode sebelumnya yang berjumlah 10 kursi. Hal ini didapat dari hasil tabulasi perolehan suara PKS pada Pemilu 2024 untuk pemilihan calon anggota legislatif (Pileg) DPRD Kota Bogor. 

Dari perolehan suara yang sudah dikumpulkan dari seluruh TPS tersebut, sudah mulai tergambar peta sebaran perolehan kursi di masing-masing daerah pemilihan (Dapil).

Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bogor, Dedi Mulyono mengungkapkan hasil tabulasi internalnya tersebut menyebutkan bahwa proses perhitungan real count DPD PKS Kota Bogor sudah tuntas 100 persen, yaitu total 2.913 TPS. 

"Dari persentase data yang sudah masuk ke pusat tabulasi kami ini, hasilnya kita bisa melihat perolehan suara dan kursi masing-masing parpol pada pemilu 2024 ini," ungkap Dedi kepada wartawan di kantor DPD PKS Kota Bogor pada Jum'at 23 Februari 2024 sore.

Dedie menjelaskan, dari hasil tabulasi PKS Kota Bogor tersebut, partai dengan perolehan suara dan kursi terbanyak pertama, kembali diraih oleh PKS dengan raihan 21,01 persen. Dengan perolehan suara sebanyak itu, PKS dipastikan berhasil mengemas 11 kursi DPRD Kota Bogor. 

"Alhamdulillah PKS berhasil memecahkan rekor menang kembali dengan perolehan suara 21,01 persen dan dipastikan PKS mendapatkan 11 kursi DPRD Kota Bogor. Sementara itu, urutan keduanya memperoleh 13,7 persen dengan raihan 7 kursi. Sedangkan parpol pemenang ketiga meraih 15,28 persen atau mendapatkan 6 Kursi," jelas Dedi.

Dedi memaparkan, adapun caleg PKS dari dapil 1 Bogor Timur - Tengah meraih 2 kursi, dapil 2 Bogor Selatan 1 kursi, dapil 3 Bogor Barat 3 kursi, dapil 4 Tanah Sareal 3 kursi, dan dapil 5 Bogor Utara 2 kursi. Terkait dengan data-data tersebut, pihaknya sangat meyakini hasil tabulasi internalnya tidak akan berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi berjenjang yang dilakukan oleh KPU. 

"Sebab basis data yang digunakan untuk tabulasi tersebut adalah C-salinan hasil perolehan suara di masing-masing TPS.  Kami menyatakan komitmen akan terus mengawal suara rakyat ini di semua tingkatan, karena satu suara rakyat sangat berharga," paparnya.

"Kami Kawal di semua tingkatan. Kami turunkan saksi ke 2.913 TPS SeKota Bogor, sehingga kami bisa dapatkan C-salinan di masing-masing TPS, lalu itu kami tabulasi sehingga tergambar perolehan suara dan kursi masing-masing parpol," tambah Dedi.

Sementara itu, Ketua Bidang Pemenang Pemilu dan Pilkada (BP3) DPD PKS Kota Bogor, Abdul Rosyid mengatakan, pihaknya sudah enam hari memantau pleno di enam kecamatan, ditemukan hal-hal yang disampaikan DPP agar menjadikan sirekap alat bantu saja bukan acuan. Hal itu terbukti benar, pada Kecamatan Tanah Sareal terjadi beberapa kali eror. 

"Sirekap harus dihitung ulang karena kembali nol saat akan menghitung TPS selanjutnya. Akhirnya dari situ kami menegaskan agar tidak lagi sirekap acuan utama dalam rekapitulasi. Pihak PPK menyediakan Exel manual untuk merekap," terangnya.

"Kami perintahkan antisipasi apabila ada hal-hal yang tidak diinginkan. Terakhir pleno PPK banyak berkembang suara poin-poin yang muncul hasil yang berbeda. Kami minta saksi tegas, kalau ada perbedaan di pleno dan di saksi di koreksi. Ada yang muncul 3 padahal 13 setelah dibongkar betul 13 suaranya," tegas Rosyid.


Editor : JakaPermana