Platform Digital Bogor Selatan: Lapor Cepat, Respons Tepat
RESPONS cepat menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Melalui Sahabat Bosel, Kecamatan Bogor Selatan mencoba mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Rizki Mauludi
Lambatnya tindak lanjut atas laporan warga masih menjadi pekerjaan rumah di Kecamatan Bogor Selatan Dari kebutuhan itulah sebuah platform digital bernama Sahabat Bosel lahir.
Program yang merupakan akronim dari Smart, Adaptif, Harmonis, Aman, Berdaya, Amanah, Tangguh itu resmi diluncurkan Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi di Kebun Aster, Kelurahan Pakuan, Kamis (23/7).
Bagi Harry, Sahabat Bosel bukan sekadar aplikasi atau layanan berbasis digital. Platform tersebut dirancang sebagai pintu masuk berbagai pelayanan nonadministrasi agar masyarakat lebih mudah menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Mulai dari pengaduan warga, penanganan kebencanaan, hingga edukasi kebersihan lingkungan diharapkan dapat terhubung melalui satu kanal layanan.
Harry mengatakan, inovasi tersebut lahir setelah pemerintah kecamatan melakukan evaluasi selama enam bulan terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah yang dihuni sekitar 225 ribu jiwa itu.
Menurutnya, Sahabat Bosel juga merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur di Bogor Selatan, mulai dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), 16 kelurahan, TP PKK, hingga tokoh masyarakat.
“Ini bukan sekadar singkatan, melainkan filosofi bagaimana kami bersama Forkopimcam hadir memberikan pelayanan terbaik sebagai sahabat bagi masyarakat tanpa mengurangi esensi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Pada tahap awal, platform digital tersebut difokuskan untuk menangani tiga persoalan yang dinilai paling mendesak di Bogor Selatan.
Pertama, mempercepat respons terhadap bencana. Kedua, membantu penanganan gangguan ketertiban umum, termasuk pencegahan tawuran remaja. Ketiga, memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap program pengolahan sampah menjadi energi (Refuse Derived Fuel atau RDF).
Ketiga isu itu dipilih bukan tanpa alasan. Bogor Selatan memiliki kontur wilayah yang rawan bencana. Dalam enam bulan terakhir saja, tercatat sekitar 45 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut.
Di sisi lain, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius. Pemerintah kecamatan menargetkan seluruh 16 kelurahan dapat berkontribusi dalam pemilahan sampah sebagai bahan baku RDF sekaligus mendukung target Kota Bogor menuju bebas sampah.
“Kondisi kontur tanah di Bogor Selatan sangat rawan bencana. Dalam enam bulan terakhir saja tercatat sekitar 45 kejadian bencana. Selain itu, terkait kebersihan, kami di 16 kelurahan siap menyuplai dan memilah bahan baku sampah guna mendukung target Kota Bogor bebas sampah sekaligus menyokong kebutuhan fasilitas pengelolaan sampah energi,” jelas Harry.
Peluncuran Sahabat Bosel juga menjadi bagian dari rangkaian pembenahan yang dilakukan Kecamatan Bogor Selatan. Di bidang pendidikan, pemerintah kecamatan bekerja sama dengan 12 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengembalikan sekitar 350 anak putus sekolah ke bangku pendidikan.
Upaya tersebut akan diperkuat dengan rencana pembangunan Sekolah Rakyat berkapasitas 1.000 siswa serta kehadiran SMA Negeri 12 di wilayah Bogor Selatan. (gin)
Editor : Inilahkoran

