PNM Catat Dampak Nyata, Pendapatan Nasabah Mekaar Meningkat hingga 43 Persen
PNM mengklaim nasabah Mekar yang dibantu mengalami peningkatan pendapatan hingga 41 persen
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah melayani 23,3 juta nasabah PNM Mekaar di seluruh Indonesia. Mayoritas nasabah merupakan perempuan prasejahtera yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
PNM menyatakan keberhasilannya tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan nasabah dan keluarganya. Melalui pembiayaan yang disertai pendampingan usaha dan penguatan karakter, PNM berupaya mendorong perubahan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Berdasarkan kajian independen INDEKSTAT 2025, pendapatan bersih nasabah PNM meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan. Kajian yang sama juga menunjukkan kemampuan pengembangan usaha nasabah meningkat hampir 29 persen, mencerminkan bahwa pembiayaan yang disertai pendampingan mampu memperkuat kapasitas usaha ultra mikro untuk tumbuh dan bertahan.
Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan misi utama perusahaan tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga menciptakan dampak yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.
“Setiap pembiayaan yang diberikan harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup nasabah dan keluarganya. Karena itu kami tidak hanya hadir sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai sahabat pemberdayaan yang mendampingi perempuan prasejahtera untuk tumbuh, berdaya, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Kindaris dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).
Saat ini PNM melayani nasabah di 36 provinsi melalui 58 kantor cabang dan lebih dari 4.000 unit layanan Mekaar. Jaringan tersebut didukung lebih dari 43 ribu Account Officer yang setiap hari mendampingi nasabah secara langsung.
Mayoritas nasabah PNM berasal dari kelompok unbankable dan unfeasible yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal maupun teknologi digital. Karena itu, PNM menilai pemberdayaan harus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan untuk membangun kepercayaan diri, kapasitas usaha, dan ketahanan ekonomi keluarga.
Ke depan, PNM berkomitmen memperluas dampak pemberdayaan agar semakin banyak perempuan prasejahtera mampu naik kelas dan mengembangkan usahanya. Dengan semangat membina ekonomi keluarga sejahtera, PNM akan terus mendampingi jutaan nasabah membangun usaha yang lebih kuat, keluarga yang lebih sejahtera, dan masa depan yang lebih berdaya.
Program tersebut juga mengusung tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM sebagai kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru, yang bertujuan memperluas dampak pemberdayaan serta membina nasabah unggulan agar terus berkembang.
Editor : Ahmad Sayuti

