Polda Jabar Klarifikasi Kisah Viral "Begal Truk" di Jalan Soekarno Hatta, Hanya Kesalahpahaman

Polda Jabar meluruskan informasi terkait video viral di media sosial mengenai dugaan aksi pembegalan terhadap truk di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Polda Jabar memastikan peristiwa tersebut bukan tindak kejahatan, melainkan kesalahpahaman antara pengemudi truk dan pengendara mobil Toyota Fortuner.

Polda Jabar Klarifikasi Kisah Viral "Begal Truk" di Jalan Soekarno Hatta, Hanya Kesalahpahaman
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan kronologi kejadian di Jalan Soekarno Hatta yang sempat menimbulkan keresahan publik. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Polda Jabar meluruskan informasi terkait video viral di media sosial mengenai dugaan aksi pembegalan terhadap truk di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Polda Jabar memastikan peristiwa tersebut bukan tindak kejahatan, melainkan kesalahpahaman antara pengemudi truk dan pengendara mobil Toyota Fortuner.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan kronologi kejadian di Jalan Soekarno Hatta yang sempat menimbulkan keresahan publik.

Menurutnya, peristiwa bermula pada Senin 29 September 2025 sekitar pukul 04.00 WIB. Sebuah mobil Toyota Fortuner putih yang dikemudikan Bili diserempet oleh truk tak dikenal di perempatan Soekarno Hatta arah Cibiru. Mobil Fortuner tersebut mengalami kerusakan parah di sisi kanan.

Di belakang mobil itu, melaju truk lain yang dikemudikan Gama. Penumpang Fortuner, termasuk seorang bernama Boeng, kemudian keluar dari kendaraan untuk meminta klarifikasi. Namun, Gama yang panik justru melarikan diri. Aksi tersebut terekam dalam video dan diunggah ke media sosial dengan narasi seolah-olah truk sedang dikejar komplotan begal.

“Pengejaran terjadi hingga akhirnya pengemudi truk mencari perlindungan ke Mapolda Jabar. Saat truk melambat untuk berbelok, penumpang Fortuner berhasil turun. Sesampainya di Polda, semua pihak akhirnya diamankan,” ujar Hendra dalam keterangan pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Meski pengemudi Fortuner tidak membuat laporan resmi, Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar tetap melakukan penelusuran cepat untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

“Setelah kami pertemukan, semua pihak menyadari bahwa ini hanya salah paham. Mereka sudah saling memaafkan dan kasus ini dinyatakan selesai,” kata Hendra.

Gama, pengemudi truk, mengaku masih trauma atas peristiwa tersebut, tetapi berterima kasih kepada kepolisian atas respons cepatnya. “Saya sangat panik waktu itu. Alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan dengan baik berkat bantuan polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Bili, pengemudi Fortuner, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. “Saya minta maaf kepada Kang Gama dan teman-teman atas kesalahpahaman ini,” katanya singkat.

Dengan adanya klarifikasi ini, polisi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.


Editor : Doni Ramdhani