Polemik Ojol yang Diundang Gibran, Benarkah Bukan Driver Asli?
Publik sempat meragukan keaslian identitas mereka sebagai mitra ojol, bahkan menuding bahwa sosok-sosok yang hadir hanyalah “ojol settingan”.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kehadiran sejumlah pengemudi ojek online (ojol) dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai polemik.
Publik sempat meragukan keaslian identitas mereka sebagai mitra ojol, bahkan menuding bahwa sosok-sosok yang hadir hanyalah “ojol settingan”.
Isu ini berawal dari penampilan para pengemudi yang dinilai terlalu rapi dan mewah, seperti menggunakan jaket baru dan sepatu bermerek. Kecurigaan tersebut memicu komentar warganet yang menyebut pertemuan itu hanya rekayasa belaka.
Driver Bantah Tuduhan “ojol Settingan”
Sejumlah pengemudi yang hadir membantah keras tudingan tersebut.
Arif (50) menegaskan dirinya sudah menjadi driver ojol sejak 2018. Ia bahkan menunjukkan sepatu Air Jordan miliknya yang hanya seharga Rp200 ribu. “Kita bukan ojol settingan. Kalau tidak percaya, saya siap membonceng langsung,” katanya saat aksi damai di Monas.
Riska Amelia (29) yang bergabung sebagai mitra sejak 2016 juga menolak anggapan negatif. Ia mengajak pihak yang meragukan untuk berdiskusi langsung.
Rio (36), Doni (37), dan Joko (52) mengaku dipilih oleh pihak aplikator seperti Gojek dan inDrive karena aktif bersuara dalam aksi serta dikenal vokal menyampaikan aspirasi.
Pihak Aplikator dan Asosiasi Beri Penjelasan
Grab Indonesia memastikan pengemudi yang bertemu Wapres memang mitra asli. Mereka dipilih bukan karena penampilan, melainkan keberanian menyampaikan pendapat.
Gojek juga mengonfirmasi perwakilan driver tersebut adalah mitra aktif sejak lama, meski tidak terdaftar dalam asosiasi resmi.
Sementara itu, Asosiasi ojol seperti Garda Indonesia dan SPAI menegaskan bahwa mereka tidak mengenal para pengemudi yang hadir. Namun hal itu tidak serta merta membuktikan bahwa mereka bukan driver asli, sebab banyak pengemudi yang tidak tergabung dalam asosiasi.
Polemik Masih Berlanjut
Meski klarifikasi telah disampaikan, perdebatan di ruang publik masih berlangsung. Sebagian warganet tetap menilai pertemuan tersebut tidak merepresentasikan suara mayoritas driver. Namun, baik aplikator maupun pengemudi yang hadir sama-sama menyatakan bahwa mereka adalah ojol sungguhan, bukan “ojol palsu” seperti yang dituduhkan.
Editor : Firda Rachmawati

