Polisi Dalami Penyebab Kematian Balita Raditya
Penyelidikan tengah dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian Raditya Allibyan Fauzan, bocah empat tahun yang ditemukan dalam kondisi luka parah hingga akhirnya meninggal dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penyelidikan tengah dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian Raditya Allibyan Fauzan, bocah empat tahun yang ditemukan dalam kondisi luka parah hingga akhirnya meninggal dunia.
Keluarga besar masih menanti kejelasan dan keadilan atas peristiwa tragis yang menimpa anak yang akrab disapa Pian tersebut.
Dari hasil pemeriksaan medis, tubuh Pian ditemukan penuh luka. Ada patah pada tulang dada sebelah kanan dan kiri, memar di beberapa bagian tubuh hingga pendarahan di kepala. Kondisi itu membuat pihak keluarga mempertanyakan dugaan awal bahwa Pian hanya mengalami kecelakaan.
Ibunya, Titawati, mengaku sangat terpukul. Ia menyebut putra bungsunya itu dikenal ceria dan aktif. Kini, balita yang seharusnya bersiap merayakan ulang tahunnya yang kelima dalam dua bulan mendatang itu telah pergi untuk selamanya.
Setelah berpisah dari suami pertamanya, Titawati merawat anak pertama mereka, sementara Pian tinggal bersama ayah kandung dan ibu sambungnya.
Pada Jumat (21/11/2025), ia mendapat kabar bahwa putranya terjatuh di kamar mandi dan tidak sadarkan diri sejak siang hari. Namun, kabar mengenai kondisi Pian baru ia terima beberapa jam kemudian. Pian dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (22/11/2025) pagi.
Titawati menuturkan sempat ada upaya menutup informasi awal mengenai kejadian tersebut. Namun setelah keluarga melaporkan ke pihak berwajib, muncul keterangan mengenai adanya dugaan tindak kekerasan.
Saat ini, polisi masih mendalami keterangan para saksi, termasuk pemeriksaan intensif terhadap ibu sambung Pian. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Dugaan sementara memang mengarah ke ibu tiri, tetapi semua masih menunggu hasil penyidikan kepolisian,” ujar Titawati berharap kasus ini segera terungkap, Minggu (23/11/2025).
Setelah proses autopsi selesai, jasad Pian dikebumikan di Garut, kampung halaman ibunya. Titawati meminta kepolisian menuntaskan penyelidikan agar pihak keluarga mendapatkan keadilan.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Anton menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa lima orang saksi. Ia berharap proses penyidikan berjalan lancar dan segera menemukan titik terang.
"Sudah ada lima orang yang diperiksa untuk dimintai keterangan. Saat ini masih di dalami, mohon doa secepatnya kasus ini bisa terang benderang," ungkapnya, saat dihubungi di waktu yang sama.***
Editor : JakaPermana

