Polisi Kembali Tolak Gugatan Min Hee Jin Terhadap Eksekutif HYBE
Gugatan Min Hee Jin terhadap eksekutif HYBE Park Ji Won tidak disetujui pihak kepolisian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Masalah yang melibatkan Min Hee Jin dan HYBEnampaknya terus berlanjut.
Mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, kembali menghadapi masalah hukum dalam perselisihannya dengan HYBE.
Polisi kini kembali menolak pengaduan Min Hee Jin terhadap mantan CEO HYBE, Park Ji Won, dan Chief Communications Officer (CCO) Park Tae Hee, dengan alasan bahwa akses mereka ke email perusahaan selama audit adalah sah.
Menurut laporan, kantor Polisi Seoul Yongsan mencapai keputusan non-penuntutan pada tanggal 14 Oktober mengenai tuduhan Min Hee Jin bahwa Park Ji Won dan Park Tae Hee melanggar Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi pada bulan November tahun lalu.
Min Hee Jin menuduh Park Ji Won dan para eksekutif lainnya secara ilegal mengakses dan memeriksa laptop dan akun email kantornya secara forensik, mengekstrak pesan-pesan pribadi KakaoTalk, dan membocorkannya ke pihak luar.
Menanggapi hal tersebut, HYBE berargumen bahwa Min Hee Jin tidak pernah secara resmi mengembalikan laptopnya dan bahwa audit internal perusahaan, termasuk inspeksi email, telah dilakukan sesuai dengan hukum dan prosedur yang berlaku.
Polisi akhirnya berpihak pada HYBE, menyatakan tidak ada bukti bahwa Min Hee Jin mengembalikan laptop tersebut sekitar Agustus 2022 seperti yang diklaimnya.
Lebih lanjut, akses audit HYBE ke akun email kantornya dianggap berada dalam kewenangan mereka.
Kesimpulan yang sama berlaku untuk laptop yang digunakan oleh mantan wakil CEO ADOR, yang ikut mengajukan pengaduan dengan Min Hee Jin tidak ada penyitaan yang melanggar hukum atau penggeledahan tanpa izin, demikian kesimpulan investigasi.
Menanggapi keputusan terbaru, perwakilan hukum Min Hee Jin di Firma Hukum Sejong mengonfirmasi hasil tersebut dan menyatakan bahwa mereka berencana untuk mengajukan keberatan.
Para pengamat industri kini yakin bahwa putusan ini dapat melemahkan posisi Min Hee Jin dalam Gugatan perdata yang sedang berlangsung terhadap HYBE.
Terlebih lagi, HYBE diduga memiliki pesan KakaoTalk yang berisi diskusi rinci antara Min Hee Jin dan mantan wakil CEO mengenai rencana pemisahan NewJeans dari label tersebut, informasi yang dapat berdampak signifikan terhadap kasus tersebut.
Ini menandai kedua kalinya Gugatan hukum Min Hee Jin atas masalah ini ditolak. Gugatan serupa yang diajukan pada Juli 2024, yang menuduh lima eksekutif HYBE melakukan audit ilegal, juga dibatalkan karena kurangnya bukti.
Sebelumnya, pada 24 Juli 2024, ADOR mengumumkan, “CEO Min Hee Jin dan yang lainnya telah mengajukan pengaduan ke Kantor Polisi Yongsan hari ini (24 Juli) terhadap CEO HYBE Park Ji Won, Ketua Komite Audit Lim Soo Hyun, Kepala Bagian Hukum Jung Jin Soo, Kepala Bagian Keuangan Lee Kyung Joon, dan Kepala Bagian Komunikasi Park Tae Hee atas tuduhan menghalangi bisnis, pemeriksaan catatan elektronik, pelanggaran Undang-Undang tentang Promosi Informasi dan Pemanfaatan Jaringan Komunikasi dan Perlindungan Informasi (intrusi jaringan, dll.), serta pencemaran nama baik berdasarkan undang-undang yang sama .”
Mereka melanjutkan, “Para terdakwa telah berulang kali dan secara tidak sah memperoleh dan membocorkan percakapan dan informasi pribadi melalui pesan pribadi, memanipulasi dan mengeditnya untuk disesuaikan dengan keinginan mereka .”
Lebih lanjut, mereka menyatakan, "pada bulan April, para terdakwa secara paksa memperoleh laptop kerja milik ADOR dengan dalih 'audit anak perusahaan induk' dengan tujuan memberhentikan Min Hee Jin dari jabatannya sebagai CEO ADOR, menyusul dua insiden pengungkapan pelanggaran internal yang dialaminya."
"Melalui tindakan ini, mereka secara ilegal memperoleh percakapan pribadi KakaoTalk dan melakukan analisis forensik pada laptop yang telah di-reset dan dikembalikan Min Hee Jin pada tahun 2022 ketika ia bergabung dengan ADOR, mengamankan percakapan pribadi yang tidak terkait pekerjaan."
Pernyataan itu juga mengklaim, “para terdakwa menyunting dan memutarbalikkan percakapan pribadi yang diperoleh untuk membuat dan mendistribusikan siaran pers berisi informasi palsu tentang manajemen dan kinerja Min Hee Jin, sehingga membentuk opini publik yang negatif terhadapnya.”
Terakhir, mereka menekankan, "kami telah berulang kali meminta para terdakwa untuk menghentikan tindakan-tindakan ini, baik secara resmi maupun tidak resmi, karena tindakan-tindakan tersebut merugikan artis dan anggota ADOR serta menyebabkan kebingungan di masyarakat."
"Namun, tindakan ilegal para terdakwa masih berlanjut hingga saat ini, dan kami tidak dapat lagi membiarkan para artis dan anggota ADOR menderita akibat tindakan-tindakan ilegal ini."
Sebelumnya, Dispatch mengangkat tuduhan "penculikan member NewJeans" berdasarkan percakapan KakaoTalk antara Min Hee Jin dan seorang dukun.
Dispatch mengklaim bahwa Min Hee Jin, yang terlibat dalam peran branding untuk proyek debut tim N di Source Music (yang beranggotakan member NewJeans), sengaja menunda jadwal debut tim N untuk memimpin debut NewJeans. Pihak Min Hee Jin dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan ini tidak benar dan mengumumkan rencana untuk mengambil tindakan hukum.***
Editor : Irma Nurfajri

