Polisi Korban Demo Bakal Naik Pangkat, Prabowo: Mereka Membela Rakyat

Prabowo meminta Kapolri menaikkan pangkat luar biasa ke polisi korban demo.

Polisi Korban Demo Bakal Naik Pangkat, Prabowo: Mereka Membela Rakyat
Prabowo soal polisi korban demo naik pangkat

INILAHKORAN - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa bagi aparat kepolisian yang menjadi korban kerusuhan dalam rangkaian aksi demonstrasi di sejumlah daerah.

Prabowo menegaskan langkah itu sebagai bentuk penghargaan terhadap pengorbanan aparat yang berjibaku menjaga keamanan. 

"Saya minta semua petugas dinaikkan pangkat luar biasa karena mereka bertugas membela negara, membela rakyat, menghadapi anasir-anasir,” kata Prabowo saat menjenguk korban di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9).

Data RS Polri mencatat 43 korban akibat aksi ricuh, mayoritas aparat kepolisian. Sebanyak 17 orang masih menjalani perawatan intensif, termasuk 14 polisi dan tiga warga sipil.

Sejumlah korban bahkan mengalami luka berat, mulai dari operasi kepala, tangan putus yang disambung, hingga kerusakan ginjal yang berujung pada cuci darah.

Meski fokus memberi penghargaan pada aparat, Prabowo juga mengakui adanya korban dari masyarakat sipil. Seorang perempuan dilaporkan patah tulang setelah motornya dirampas perusuh, sementara empat aparatur sipil negara (ASN) di Sulawesi Selatan turut menjadi korban meski tak terlibat aksi.

Prabowo menegaskan polisi wajib melindungi demonstrasi damai, namun menuding aksi belakangan telah disusupi kelompok perusuh.

“Niatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya bikin rusuh, merusak fasilitas publik, membakar gedung DPR dan DPRD,” ujarnya.

Selain kenaikan pangkat, Prabowo juga menjanjikan penghargaan lain bagi aparat, mulai dari akses pendidikan hingga dukungan penuh bagi keluarga mereka.


Editor : Firda Rachmawati