Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Insiden Maut Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait insiden maut pernikahan anak Dedi Mulyadi yang menewaskan tiga orang 

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Insiden Maut Pernikahan Anak Dedi Mulyadi
Kasus insiden maut pernikahan anak Dedi Mulyadi itu terjadi saat acara yang digelar di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut. Insiden itu menelan korban jiwa dari kalangan anak-anak, lansia, dan seorang anggota polisi. (ilustrasi)

INILAHKORAN, Bandung - Kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait insiden maut pernikahan anak Dedi Mulyadi yang menewaskan tiga orang 

Kasus insiden maut pernikahan anak Dedi Mulyadi itu terjadi saat acara yang digelar di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut. Insiden itu menelan korban jiwa dari kalangan anak-anak, lansia, dan seorang anggota polisi.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pada Rabu 23 Juli 2025, penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap beberapa pihak di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.

“Pada hari ini, kami telah mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, di antaranya anggota internal kepolisian, perwakilan Pemda Kabupaten Garut, pihak event organizer (EO) yang menyelenggarakan acara, serta warga sekitar yang dapat memberikan keterangan mengenai kejadian yang sebenarnya,” ujar Hendra kepada wartawan.

Menurut Hendra, mereka yang diperiksa adalah orang-orang yang terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan acara, serta mengetahui situasi di lokasi saat peristiwa tragis tersebut terjadi.

“Dari pihak EO ada dua orang, dari pemerintah daerah dua orang, dan dari internal kepolisian ada empat orang yang kami periksa. Sementara untuk saksi dari masyarakat masih terus kami telusuri, karena proses ini masih dalam tahap penyelidikan,” jelasnya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi saat ribuan warga memadati lokasi pesta rakyat yang menyediakan makan gratis. Kepadatan pengunjung di area terbuka itu menyebabkan desak-desakan yang berujung pada tewasnya tiga orang.


Editor : Doni Ramdhani