Polisi Tetapkan 11 Tersangka Kasus Penjarahan Rumah Sri Mulyani di Bintaro
Sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus penjarahan rumah Sri Mulyani
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan, Polda Metro Jaya, resmi menetapkan 11 orang sebagai tersangka dalam kasus penjarahan rumah yang dikaitkan dengan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten.
Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menjelaskan, para tersangka dijerat dengan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan perusakan.
“Sebanyak 11 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjarahan di kediaman Ibu Sri Mulyani,” ungkap Victor, Senin (8/9).
Tersangka Berasal dari Tangsel dan Jakarta
Dari hasil penyelidikan, seluruh tersangka diketahui merupakan warga Tangerang Selatan dan Jakarta. Saat ini, mereka telah ditahan di Mapolres Tangsel.
“Semua pelaku sudah dewasa dan kini dalam penahanan,” tegas Victor.
Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini untuk memburu kemungkinan pelaku lain. “Penyidikan tidak berhenti pada 11 tersangka. Kami masih mengembangkan kasus ini secara maksimal,” tambahnya.
Fokus Penanganan Kasus Penjarahan
Victor menuturkan, pihaknya fokus menangani kasus penjarahan rumah Sri Mulyani, sementara dugaan penjarahan di kediaman artis Nafa Urbach ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Barang bukti akan kami sampaikan setelah pengembangan lebih lanjut. Yang jelas, ke-11 tersangka ini terlibat aktif dan memang berniat melakukan kejahatan,” ujarnya.
Kronologi Penjarahan Rumah Sri Mulyani
Peristiwa penjarahan di rumah yang disebut-sebut sebagai kediaman Sri Mulyani terjadi pada Minggu (31/8) dini hari di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A. Berdasarkan keterangan warga sekitar, penjarahan berlangsung dalam dua gelombang.
“Gelombang pertama terjadi sekitar pukul 01.00, lalu gelombang kedua sekitar pukul 03.00 dini hari,” ungkap Joko Sutrisno, staf keamanan rumah tersebut.
Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, dan kendaraan roda empat di lokasi tidak menjadi sasaran perusakan karena sedang tidak berada di tempat. Namun, gelombang kedua disebut lebih mengerikan karena melibatkan ratusan hingga seribuan orang yang mendobrak masuk ke rumah tersebut.
Polisi Terus Dalami Kasus
Hingga kini, tim penyidik Polres Tangsel masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para tersangka untuk menelusuri kemungkinan adanya aktor lain di balik penjarahan besar-besaran ini.
Editor : Firda Rachmawati

