Polresta Bandung Dampingi Petani Garap 600 Hektare Lahan Tidur, Panen Masuk Bulog
Polresta Bandung tak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Korps Bhayangkara juga mengambil peran dalam mendukung program ketahanan pangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Polresta Bandung tak hanya fokus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Korps Bhayangkara juga mengambil peran dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada kelompok tani di Kabupaten Bandung.
Hingga awal Juli 2026, Polresta Bandung bersama Pemerintahan Kabupaten Bandung, TNI dan DPRD telah mendampingi pemanfaatan hampir 600 hektare lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk kembali ditanami. Para petani menggarap lahan-lahan tidur tersebut dengan komoditas jagung hibrida.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami memberikan pendampingan kepada kelompok tani dan masyarakat, termasuk membantu penyaluran pupuk serta berbagai kebutuhan pertanian lainnya. Harapannya, petani kita semakin makmur dan sejahtera," kata Aldi usai memimpin apel peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di halaman Polresta Bandung, Soreang, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, sinergi antara Polri, Pemkab Bandung, TNI dan DPRD terus diperkuat agar lahan-lahan tidur yang selama ini belum dimanfaatkan dapat kembali produktif.
"Ini murni pendampingan. Kami mengambil peran mengajak masyarakat mengelola lahan-lahan tidur agar ditanami dan menghasilkan," ujarnya.
Dari program tersebut, produktivitas lahan disebut cukup menjanjikan. Rata-rata hasil produksi mencapai sekitar 60 ton per hektare jagung.
Polresta Bandung berharap hasil panen jagung petani ini dapat terserap oleh Perum Bulog sehingga harga tetap stabil dan memberikan keuntungan yang layak bagi para petani.
"Kami berharap hasil panennya bisa dibeli oleh Bulog. Dengan begitu kesejahteraan dan kemakmuran petani bisa semakin meningkat," ujar Aldi.
Editor : Doni Ramdhani

