Polytron Bagikan Cara Tepat UMKM Naik Kelas Lewat 4 Langkah Strategis

Polytron mempertegas komitmennya untuk memberdayakan sektor UMKM. Berkolaborasi dengan platform riset Populix, Polytron meluncurkan Panduan UMKM Naik Level.

Polytron Bagikan Cara Tepat UMKM Naik Kelas Lewat 4 Langkah Strategis
Berdasarkan riset yang dilakukan, 80% pelaku UMKM adalah kaum perintis. Di mana 57% termotivasi keinginan untuk mandiri dan 46% melihat adanya peluang pasar yang menjanjikan. Lanskap itu didominasi generasi muda, yakni Gen Z dan Milenial sebesar 65%. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Polytron mempertegas komitmennya untuk memberdayakan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berkolaborasi dengan platform riset Populix, Polytron meluncurkan “UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level” di Bandung. 

Berdasarkan riset yang dilakukan, 80% pelaku UMKM adalah kaum perintis. Di mana 57% termotivasi keinginan untuk mandiri dan 46% melihat adanya peluang pasar yang menjanjikan. Lanskap itu didominasi generasi muda, yakni Gen Z dan Milenial sebesar 65%. 

Dari segi pendanaan, mayoritas mengandalkan tabungan pribadi (63%) dan modal bertahap dari keuntungan usaha (46%), yang menunjukkan kemandirian sekaligus kerentanan finansial di tahap awal.

Salah satu narasumber Pakar Sistem Operasional Industri & Digital Marketing dari Center of Excellence (CoE) Smart MSME and Halal Ecosystem (SHE) Telkom University Yati Rohayati menegaskan, di era digital saat ini kelincahan pemasaran harus diimbangi dengan sistem di balik layar yang kokoh. 

Sebagai akademisi senior dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, dia menyoroti pentingnya operasional digital anti-ribet. 

Menurutnya, UMKM kuliner harus mulai merancang SOP dan mendigitalisasi alur kerja dari dapur hingga ke meja konsumen agar bisnis berjalan efisien, minim kekeliruan, dan mudah dipantau. 

Selain itu, Kepala Laboratorium Riset Digital Marketing & Intelligence itu juga membedah Strategi Omnichannel, yaitu taktik mengintegrasikan berbagai kanal penjualan—mulai dari restoran fisik, WhatsApp, Instagram, hingga ojek online—berbasis data pelanggan demi memicu repeat order (pembelian berulang) secara konsisten untuk meraih cuan maksimal.

Praktik nyata dari integrasi operasional dan pemasaran digital tersebut dibagikan Owner Terve Chocolate dan Let's Go Gelato Aprilia Melisa. 
Melalui Terve, Aprilia membuktikan kepiawaiannya dalam menangkap peluang pasar ceruk (niche) cokelat artisan dan membesarkannya melalui kanal digital, hingga sukses menjadi produk yang mudah diakses secara nasional tanpa kehilangan sentuhan eksklusivitasnya. 

Dia membagikan tips praktis tentang pentingnya menyeimbangkan kehadiran toko fisik di mal atau lokasi strategis dengan strategi penjualan di marketplace serta layanan pesan antar, memastikan stok dan pelayanan tetap sinkron di semua kanal. 
Menutup sesinya, Aprilia menekankan kunci keberlanjutan bisnis kuliner terletak pada efisiensi biaya operasional. 

Bagi para pelaku UMKM diundang untuk melakukan 4 Langkah Berkembang Bareng. Yakni, Aktif Digital (mendukung publikasi media sosial dan promosi usahanya), Partisipasi Komunitas (rutin mengikuti event dan saling berbagi ilmu), Berkembang Bareng (merapikan branding dan legalitas), serta 
Pakai Produk Polytron untuk memastikan operasional yang efisien dan profesional.


Editor : Doni Ramdhani