PR Perumda Tirta Pakuan, Penuhi 100 Persen Air Terkoneksi ke Masyarakat Kota Bogor
Tantangan terberat Perumda Tirta Pakuan menurut Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yakni memenuhi 100 persen air terkoneksi ke masyarakat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebutkan ada beberapa tantangan berat yang harus dihadapi Perumda Tirta Pakuan setelah menginjak usia 45 tahun, selain memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.
Dedie A Rachim pun menyebutkan salah satu tantangan paling berat Perumda Tirta Pakuan, yakni memenuhi 100 persen masyarakat Kota Bogor terkoneksi aliran air bersih.
"Tantangan Perumda Tirta Pakuan kedepan adalah memenuhi 100 persen masyarakat Kota Bogor terkoneksi dengan Perumda Tirta Pakuan dan menikmati layanan air dari Perumda Tirta Pakuan. Itu tantangan paling berat," ungkap Dedie kepada wartawan di Balai Kota Bogor pada Senin 4 April 2022.
Baca Juga: Bima Arya: KA Bogor-Sukabumi Nyaman, Akan Dibangun Fasilitas Skybridge
Dedie melanjutkan, untuk memenuhi itu, yang harus difikirkan adalah sumber air baku untuk melayani pelanggan. Hal itu menjadi penting untuk jadi perhatian, karena mungkin saat ini Kota Bogor belum alami krisis air. Tapi 5 sampai 20 tahun atau bahkan 50 dan 100 tahun lagi bagaimana?. Karena itu diharapkan semua pihak sadar dan paham bahwa air itu penting dan harus diatur.
"Masyarakat harus patuh, termasuk dunia usaha. Jadi tidak lagi menggunakan air tanah, karena nanti mempengaruhi sumber air yang ada sekarang," terang Dedie.
Dedie berharap, Perumda Tirta Pakuan bisa memenuhi kepercayaan dalam mengelola air untuk warga, termasuk menyiapkan dan mencari sumber air baku baru untuk suplai air kepada pelanggan. Dari sumber-sumber air baku mana saja, serta bagaimana mengolah dan mendistribusikannya. Itu juga jadi tantangan paling berat.
Baca Juga: RANS Cilegon FC Ingin Gunakan Stadion Pakansari Sebagai Home Base, Begini Jawaban Pemkab Bogor
"Perumda Tirta Pakuan dihadapkan pada tantangan dalam optimalisasi aset agar bisa bernilai ekonomis dan menambah pendapatan. Saya berharap Perumda Tirta Pakuan bisa melakukan berbagai diversifikasi usaha dengan memanfaatkan aset yang ada," harapnya.
Masih kata Dedie, aset Perumda Tirta Pakuan ada di mana-mana dengan lokasi yang strategis dan punya nilai ekonomis tinggi, namun pemanfaatannya belum maksimal.
"Ini yang jadi pemikiran dari direksi yang sekarang, optimalisasi aset yang ada. Setelah menginjak 45 tahun, saya juga mengapresiasi dan berterimakasih atas kontribusi dari direksi, manajemen hingga staf karyawan juga dewan pengawas Perumda Tirta Pakuan. Sebab telah memberikan kontribusi terbaik hingga saat ini dan menempatkan Perumda Tirta Pakuan ada di peringkat 6 terbaik Se-Indonesia. Kalau bisa terus ditingkatkan, ya paling tidak dipertahankan. Kalau bisa, tentu jadi perusahaan air minum peringkat pertama di Indonesia," jelas Dedie.
Baca Juga: Dalam Kurun Sepekan, Polres Bogor Ciduk 10 Pengedar Sabu dan Ganja
Terpisah, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan menuturkan, untuk mewujudkan tantangan-tantangan yang disebutkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, pihaknya sudah merencankanan dan menjalankan berbagai program. Salah satunya perbaikan infrastruktur, karena untuk kesiapan infrastruktur akan menunjang berbagai perbaikan dan peningkatan pelayanan dari Perumda Tirta Pakuan.
"Berbicara perbaikan servis, tentu harus siap infrastruktur dahulu. Mulai dari layanan, jumlah pelanggan baru, sumber air baku dan lainnya, tentu kami harus siap itu dahulu. Memang kalau bicara pipa kami sudah 90 persen ada di seluruh Kota Bogor. Tapi tinggal jumlah pelanggan yang mau kami capai 100 persen, itu kami harus tambah berapa banyak?, apalagi bicara jumlah penduduk Kota Bogor yang 1,1 juta jiwa, kami hitung dulu tambahnya berapa," jelas Rino.
Rino memaparkan, terkait optimalisasi aset, salah satu tantangannya adalah merubah cara pandang pegawai Tirta Pakuan agar lebih punya jiwa enterpreneur. Sebab, pemanfaatan aset menjadi nilai ekonomis belum pernah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: 'Running Man' Bukan yang Pertama? Ini 20 Peringkat Reputasi Merek Variety Show untuk Bulan April
"Itu yang harus digali. Buat saya sih tantangannya hari ini aset kami itu jadi bisa menghasilkan pemasukan ke perusahaan. Artinya kami harus merawat, menjaga batas-batas dan lainnya. Tapi kalau kami kerjasamakan, kepada pihak ketiga atau warga dengan MoU khusus, paling tidak warga atau pihak ketiga itu akan ikut menjaga aset kami," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


