Presiden Prabowo Tekankan Transparansi Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Arya Daru Pangayunan
Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar proses penyelidikan atas kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar proses penyelidikan atas kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), dilakukan secara transparan dan menyeluruh.
Penegasan ini disampaikan melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/7).
“Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan yang sebaik-baiknya. Beliau ingin proses ini berjalan secara objektif,” ujar Prasetyo.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak berspekulasi, seraya menunggu hasil resmi dari penyelidikan yang tengah berlangsung. “Kita percayakan kepada aparat, dan nantinya kita tunggu hasilnya,” tambahnya.
Penyelidikan Intensif: CCTV di 20 Titik Sudah Diperiksa
Sementara itu, pihak kepolisian terus menggencarkan upaya penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyebutkan bahwa tim forensik digital telah mengamankan rekaman CCTV dari 20 titik, termasuk dari indekos tempat Arya tinggal hingga area perkantoran yang sempat dikunjunginya.
“Rekaman CCTV tersebut mencakup dokumentasi selama tujuh hari terakhir sebelum korban ditemukan meninggal. Saat ini masih dilakukan analisis mendalam oleh tim dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya,” kata Kombes Ade Ary pada Kamis (24/7).
Dorongan Publik untuk Keterbukaan Informasi
Kasus meninggalnya Arya Daru, yang dikenal sebagai diplomat muda berprestasi dan menjabat sebagai staf Kemlu, memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan media sosial. Publik menuntut transparansi dan kejelasan penyebab kematiannya, termasuk kemungkinan adanya unsur lain yang terlibat.
Langkah cepat aparat kepolisian dalam menelusuri jejak digital dan rekaman CCTV menjadi bagian penting dari upaya menjawab berbagai spekulasi yang berkembang.
Sejumlah pengamat hukum dan LSM juga menyerukan agar pemerintah dan aparat tidak hanya cepat, tetapi juga memastikan proses penyelidikan berjalan tanpa intervensi, mengingat status Arya sebagai bagian dari institusi diplomatik negara.
“Ini bukan hanya soal mengungkap penyebab kematian, tapi soal kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum di Indonesia,” ujar seorang aktivis HAM dalam wawancara terpisah.
Editor : Firda Rachmawati


