Preview Brasil vs Maroko Grup C Piala Dunia 2026: Bahaya Singa Meneror Samba

Maroko siap menggebrak Piala Dunia 2026 dengan memenangi laga perdana Grup C menghadapi salah satu favorit juara, Brasil.

Preview Brasil vs Maroko Grup C Piala Dunia 2026:  Bahaya Singa Meneror Samba
Maroko siap menggebrak Piala Dunia 2026 dengan memenangi laga perdana Grup C menghadapi salah satu favorit juara, Brasil.

INILAHKORAN.ID- Label Singa pembunuh raksasa melekat di skuat Maroko usai kiprah penuh keajaiban di Piala Dunia Qatar empat tahun lalu. Brasil jadi korban berikutnya?

Tak ada yang berubah dari skuat Singa Atlas setelah pencapaian gemilang menembus semifinal Piala Dunia 2022 lalu. Mereka masih tim lapar dihuni pemain-pemain yang tak hanya punya kualitas mumpuni tapi rela mengerahkan segalanya dalam medan pertempuran.

Kini, Maroko dihadapkan pada awal menantang untuk kembali membuat kejutan besar di turnamen paling bergengsi sejagat raya. 

Achraf Hakimi dan kawan-kawan harus langsung meladeni Brasil dalam laga perdana Grup C di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu (13/6) pagi WIB.

Publik sepak bola dunia bertanya-tanya, apakah Maroko saat ini sama dengan skuat Singa Atlas yang membunuh asa tim-tim raksasa pada Piala Dunia empat tahun silam?

Performa mereka ketika itu memang mengejutkan banyak pihak. Sebelum menginjakkan kaki di semifinal, Maroko menyingkirkan negara-negara yang di atas kertas punya kualitas lebih mumpuni.

Maroko melibas Spanyol di babak 16 besar lewat drama adu penalti sebelum mengusir Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dengan skor 1-0 pada laga perempatfinal.

Langkah Maroko pada akhirnya memang dihentikan Prancis usai takluk 0-2 di semifinal. Namun tetap saja, mereka telah mengukir sebuah warisan besar.

Kesuksesan itu adalah sebuah bukti, bahwa bagi Maroko sepak bola bukan sekadar permainan; ia adalah cerminan kehidupan itu sendiri. Sepak bola adalah mimpi, ambisi, dan kebanggaan seluruh bangsa. Maroko menjadi tim Arab pertama dalam sejarah yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Tetapi semua tak pantas berhenti di sana. Maroko ingin mengulanginya lagi, bahkan mengusung mimpi lebih gila, menembus final Piala Dunia 2026. Namun untuk sampai ke sana, jalan yang harus dilalui akan jauh lebih terjal.

Mengulang Sejarah

Maroko, dengan pemain-pemain yang mayoritas menjadi bagian dari sejarah tahun 2022, kembali diandalkan untuk mengukir sejarah selanjutnya.

Pelatih Mohamed Ouahbi kembali mempercayakan lini pertahanan kepada kapten sekaligus bintang PSG, Achraf Hakimi, yang baru saja membantu klubnya meraih gelar Liga Champions Eropa dua musim beruntun. 

Selain itu, terdapat Brahim Diaz dari Real Madrid, Noussair Mazraoui dari Manchester United, Sofyan Amrabat yang membela Real Betis, serta penjaga gawang andalan Yassine Bounou (Bono) dari Al-Hilal.

Awal sulit langsung menanti mereka. Laga menghadapi Brasil, bak jadi tolok ukur apakah gairah serta jiwa pantang menyerah itu masih tetap membara di dada para penggawa. Andai menang, maka semuanya ibarat sebuah penegasan.

"Brasil adalah negara sepakbola, negara yang hebat. Kami akan menatap mata mereka dengan rasa tidak takut," tegas pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi dilansir dari beIN Sports.

Brasil dianggap bukanlah Tim Samba di era generasi emas tahun 1990 hingga awal 2000 lalu. Sepeninggal  para legenda macam Ronaldo, Ronaldinho, Rivaldo, hingga Kaka, Brasil kehilangan banyak hal dalam sepak bola. 

Yang paling kentara jelas, sulitnya melihat negara paling sukses di Piala Dunia itu untuk kembali memeragakan sepak bola menyerang dengan nyawa 'jogobonito' dari kaki-kaki para pemainnya.

Tapi bagi Maroko, Brasil tetaplah Brasil. Talenta-talenta baru meski tak 'semewah' era Ronaldo Cs tetap bermunculan untuk mengembalikan kejayaan sepak bola Negeri Samba. Maroko pun waspada, enggan terlena apalagi jemawa.

Dari sisi rekor pertemuan, kedua tim sebenarnya bersaing sengit. Timnas Brasil menang dua kali, Timnas Maroko menang sekali.
Keduanya pernah bertemu di Piala Dunia 1998. Ketika itu, Brasil menang 3-0 lewat gol Ronaldo, Rivaldo, dan Bebeto.
Tentu, kini Maroko telah jauh berbeda. Mereka memandang pertempuran sebagai Brasil bukanlah misi mustahil.

"Kami mau menang di laga nanti," tegas Quahbi.

Transisi Ancelotti

Sementara itu, Brasil kini dibesut pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti. Dialah, satu dari sedikit peramu taktik paling sukses di level klub. Nyaris semua gelar bergengsi sudah masuk lemari trofinya.

Namun membesut timnas di sebuah negara jadi tantangan baru bagi eks pelatih AC Milan, Chelsea, Bayern Muenchen, hingga Real Madrid itu. Tapi berkali-kali dia menegaskan, kedatangannya ke Brasil bukan sekadar numpang lewat tetapi untuk menciptakan sejarah.

Ancelotti ingin mengembalikan Tim Samba ke puncak kejayaan. Dia sadar, sudah terlalu lama Tim Samba tertidur sejak terakhir kali menjadi juara Piala Dunia tahun 2022 silam.

"Kami tim yang penuh sejarah dengan pemain-pemain yang memiliki kemampuan unik. Kami yakin bisa melakukannya (juara) di Piala Dunia ini," ungkapnya.

Ancelotti pun mengaku sudah menyiapkan skuat terbaiknya untuk mengentika sensasi Maroko di Piala Dunia kali ini.

“Saya sudah memiliki skuat awal untuk bermain melawan Maroko,” tegasnya.

HEAD TO HEAD
25/03/23: Maroko 2-1 Brasil
16/06/98: Brasil 3-0 Maroko

4 LAGA TERAKHIR Brasil
06/06/26: Brasil 2-1 Mesir
31/05/26: Brasil 6-2 Panama
01/04/26: Brasil 3-1 Kroasia
26/03/26: Brasil 1-2 Prancis

4 LAGA TERAKHIR Maroko
07/06/26: Maroko 1-1 Norwegia
02/06/26: Maroko 4-0 Madagaskar
26/05/26: Maroko 5-0 Burundi
31/03/26: Maroko 2-1 Paraguay

PRAKIRAAN PEMAIN
Brasil (4-2-3-1)
Alisson (GK) Danilo, Marquinhos, Magalhaes, Sandro (B) Casemiro, Guimares (cdm) Raphinha, Paqueta, Vinicius (T) Endrick (D)
Pelatih: Carlo Ancelotti

Maroko (4-2-3-1)
Bonou (GK) Hakimi, Aguerd, Riad, Mazraoui (B) Amrabat, Ounahi (cdm) Diaz, El Khannouss, Ezzalzouli (T) El Kaabi (D)
Pelatih: Mohamed Quahbi


Editor : Bsafaat