Profil Brian Yuliarto, Akademisi dengan Prestasi Mentereng yang Dilantik Jadi Mendiktisaintek Gantikan Satryo

Berikut profil dari Brian Yuliarto yang kini menjabat sebagai Mendiktisaintek menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Profil Brian Yuliarto, Akademisi dengan Prestasi Mentereng yang Dilantik Jadi Mendiktisaintek Gantikan Satryo
Profil Brian Yuliarto yang kini jadi Mendiktisaintek

INILAHKORAN - Indonesia kini memiliki sosok baru dalam kepemimpinan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Prof Brian Yuliarto, ST, MEng, PhD, resmi ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Sebagai akademisi yang telah menorehkan berbagai pencapaian, kehadiran Prof Brian diharapkan membawa angin segar bagi kemajuan riset dan inovasi di Indonesia.

Rekam Jejak Akademik dan Prestasi Internasional

Sebagai Guru Besar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Brian telah banyak memberikan kontribusi dalam dunia akademik dan penelitian.

Pengakuan atas dedikasinya terlihat dari penghargaan bergengsi yang diraihnya, salah satunya adalah Habibie Prize 2024 dalam kategori Ilmu Rekayasa di ajang Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024.

Tak hanya itu, ia juga diakui sebagai salah satu ilmuwan terkemuka di tingkat global. Prof Brian masuk dalam daftar Top 2 persen ilmuwan terbaik dunia serta menduduki peringkat teratas sebagai peneliti di bidang nanosains dan nanoteknologi di Indonesia. Prestasi ini menegaskan perannya sebagai salah satu pemikir utama dalam pengembangan teknologi berbasis nanomaterial.

Pendidikan dan Karier di Dunia Akademik

Perjalanan akademik Prof Brian dimulai dengan menyelesaikan studi S1 di Teknik Fisika ITB pada tahun 1999. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Quantum Engineering and System Science Department, University of Tokyo, yang diselesaikannya pada tahun 2005.

Sejak 2006, ia aktif sebagai akademisi dengan fokus utama pada pengembangan nanomaterial untuk aplikasi sensor dan energi. Perjalanan kariernya pun terus menanjak, di mana ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB pada periode 2020-2024. Selain itu, sejak 2021, ia juga menjabat sebagai Visiting Professor di Tsukuba University, Jepang.

Sebagai peneliti, Prof Brian turut berkontribusi dalam berbagai proyek riset internasional. Ia telah bekerja sama dengan institusi ternama seperti UC Berkeley di Amerika Serikat, Korea University, serta sejumlah lembaga riset di Jepang.

Selama berkiprah di dunia akademik, ia telah menghasilkan 343 publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional, dengan lebih dari 6.000 sitasi dan h-indeks 40 di Scopus.

Keterlibatan dalam Organisasi dan Harapan untuk Masa Depan

Di luar aktivitas akademiknya, Prof Brian juga aktif dalam organisasi sosial dan strategis. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian Kerja Sama Strategis PW Muhammadiyah Jawa Barat (2023-2027) dan Ketua PC Muhammadiyah Cibeunying Kaler (2023-2027).

Dengan pengalaman dan keahliannya yang luas, diharapkan kepemimpinan Prof Brian sebagai Mendiktisaintek dapat membawa Indonesia menuju era baru dalam riset dan inovasi.

Harapan besar tertuju pada kemampuannya dalam mendorong kolaborasi global, mempercepat pengembangan teknologi, serta membangun ekosistem riset yang lebih maju dan berdaya saing tinggi bagi Indonesia.


Editor : Firda Rachmawati