Profil Taufik Hidayat, Legenda Bulu Tangkis yang Dinilai Layak Jadi Menpora

Profil Taufik Hidayat yang dinilai layak jadi menpora.

Profil Taufik Hidayat, Legenda Bulu Tangkis yang Dinilai Layak Jadi Menpora

INILAHKORAN - Nama Taufik Hidayat kembali menjadi sorotan publik setelah muncul penilaian bahwa mantan atlet bulu tangkis tunggal putra itu layak menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menggantikan Dito Ariotedjo.

Sosok Taufik dianggap memiliki rekam jejak gemilang di dunia olahraga, sekaligus pengalaman dalam bidang kepemimpinan setelah pensiun dari karier profesionalnya.

profil Singkat Taufik Hidayat

Prestasi Taufik Hidayat di Dunia Olahraga

Sebagai legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat telah menorehkan berbagai prestasi bergengsi di level nasional maupun internasional, di antaranya:

  • Medali Emas Olimpiade Athena 2004 – tunggal putra.

  • Juara Dunia 2005 di Anaheim, Amerika Serikat.

  • Juara Asian Games tunggal putra 2002 (Busan) dan 2006 (Doha).

  • Juara Kejuaraan Asia (Asian Championships): 2000, 2004, 2007.

  • Juara SEA Games: Emas tunggal putra (1999 & 2007), emas beregu putra.

  • Piala Thomas: bagian dari tim Indonesia yang juara pada 2000 dan 2002.

  • Indonesia Open: enam kali juara (1999, 2000, 2002, 2003, 2004, 2006).

  • Ranking Dunia: pernah menduduki peringkat #1 dunia pada 2000.

  • Rekor Smash: mencatat smash 305 km/jam di Kejuaraan Dunia 2006, salah satu smash tercepat dalam sejarah bulu tangkis.

Selain prestasi, Taufik dikenal dengan backhand smash legendaris yang menjadi ciri khasnya. Usai pensiun, ia mendirikan Taufik Hidayat Arena di Ciracas, Jakarta Timur, sebagai wadah pembinaan atlet muda.

Dinilai Cocok Jadi Menpora

Dengan pengalaman panjang di dunia olahraga, baik sebagai atlet maupun penggerak pembinaan generasi muda, banyak pihak menilai Taufik Hidayat memiliki kapasitas besar untuk memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga. Apalagi, saat ini ia sudah menjabat sebagai Wakil Menpora, yang membuatnya dianggap sebagai sosok paling siap menggantikan Dito Ariotedjo.


Editor : Firda Rachmawati