Program Gaslah dan TPST Dijalankan Tak Surutkan Pengolahan Sampah di Sumber
Guna mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong inovasi pengelolaan sampah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Guna mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong inovasi pengelolaan sampah.
Di antaranya yakni program Gaslah, pengoperasian kembali TPST melalui proyek ISWMP, dan penugasan pendamping kelompok bank sampah (KBS) di tiap kelurahan.
“Program-program ini kami jalankan untuk memastikan pengelolaan sampah di kota bisa lebih optimal. Terutama dari sumbernya, sehingga tekanan ke TPA Sarimukti bisa berkurang,” kata Farhan, Senin 2 Februari 2026.
Dijelaskannya, sepanjang Januari 2026 pengiriman sampah dari Kota Bandung ke TPA Sarimukti KBB masih mengacu pada regulasi lama dengan kuota maksimal 170 rit per hari.
Rata-rata pengiriman, mencapai 170,04 rit per hari atau sekitar 979 ton sampah. Sementara hari Minggu tidak dilakukan pengiriman, sehingga biasanya terjadi lonjakan pengiriman pada Senin.
“Karena hari Minggu nihil pengiriman, otomatis hari Senin selalu terjadi peningkatan. Ini yang harus kita antisipasi dengan pengolahan di sumber, dan penguatan sistem TPS,” ucapnya.
Program Gaslah yang diluncurkan pada 26 Januari 2026 di Ujungberung bertujuan mendorong pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan RW.
Farhan menyebut, target awal adalah 1.376 petugas Gaslah aktif pada pekan pertama Februari.
“Kalau masih ada kekurangan, akan kita lakukan rekrutmen ulang pada Maret,” ujar dia.
Selain Gaslah, Pemkot Bandung telah menempatkan satu pendamping KBS di setiap kelurahan. Saat ini, pendamping tersebut tengah melakukan profiling wilayah sebelum menyusun rencana kerja yang lebih komprehensif.
"Pengoperasian kembali TPST yang dikelola melalui proyek ISWMP hingga Juni 2026, juga menjadi salah satu upaya strategis kami," jelasnya.
Farhan juga menyinggung penanganan sampah di Pasar Induk Caringin yang dikelola swasta. Meski beberapa dokumen lingkungan belum terpenuhi, pengelola pasar sudah membentuk satuan tugas yang melibatkan pedagang mengumpulkan sampah di dua titik dan membatasi pengiriman sampah ke TPA maksimal tiga rit per hari.
“Di Pasar Caringin, pengolahan sampah sudah mulai berjalan. Ini bagian dari upaya kita memperkuat pengelolaan sampah dari hulu,” tandas dia.
Editor : Doni Ramdhani

