INILAHKORAN, Bandung-Bertempat di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri acara Inaugurasi sekaligus wisuda 1.249 petani milenial.
Kepada wartawan, program Petani Milenial ini bukan karpet merah yang langsung sukses, tetapi program mendaki gunung yang butuh kebersamaan anggaran, kebijakan, pelatihan, lahan, peralatan, pemasaran dan lainnya.
"Dari sekian banyak yang mengikuti program petani milenial, yang sudah di wisuda baru 1.249 orang. Kenapa hanya segini? hal itu karena ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil. Ada yang menyerah di perjalanan karena urusan akses ke perbankannya tidak memadai, salah komoditas pertanian maupun peternakan dan juga ada yang tidak nyaman kembali ke desa maupu lainnya," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kamis, (24/03/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, kedepan makin banyak menghasilkan petani milenial yang bisa menerapkan teknologi, memiliki visi bisnis dan memahami pasar secara baik dalam usaha pertaniannya.
"Pemprov Jawa Barat dibantu pemkab dan pemkot akan menghasilkan lebih banyak lagi petani milenial, hingga mereka siap menggantikan petani saat ini yang masih belum memanfaatkan teknologi dalam usaha pertaniannya," harap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menuturkan bahwa para petani milenial, yang berusia dibawah 40 tahun sudah menyiram air atau cairan pupuk dengan menggunakan handphonenya.
"Petani milenial sudah menyiram air atau cairan pupuk dengan menggunakan drone melalui handphonenya, menjual produknya melalui aplikasi jual beli online, pembekalan pengetahuan iklim atau cuaca dan lain sebagainya. Para petani milenial, juga memiliki pendapatan yang sangat memadai hingga kesejahteraan masyarakat tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi juga di pedesaan," tuturnya.
Walaupun sudah berjalan dengan baik, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan tetap akan melakukan evaluasi hingga program petani milenial bisa berjalan secara sempurna.
"Program petani milenial ini masih ada kekurangannya hingga akan terus kami evaluasi dan perbaiki hingga bisa sempurna, termasuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) petani milenial," jelas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku bahwa pihaknya bersama Perhutani dan pihak lainnya sudah membantu pengadaan lahan pertanian, perkebunan maupun peternakan.
"Kami dan Perhutani serta pihak lainnya sudah membantu petani milenial untuk pengadaan lahan pertanian, perkebunan maupun peternakan, untuk komoditas yang sudah dieksport, adalah biji atau bubuk kopi," ujar Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.
Ayah lima orang anak ini menambahkan, bahwa produksi biji kopi jenis robusta di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bogor merupakan yang terbesar. Dimana lahan kebun kopinya ada di wilayah timur, selatan dan barat Kabupaten Bogor.
"Produksi terbesar biji kopi robusta itu dari Kabupaten Bogor, kami akan membenahi agar bisa lebih baik dari kualitasnya, hingga harga jual biji kopi robusta atau arabika tersebut bisa semakin tinggi nilainya," tambahnya. (Reza Zurifwan)***