Program Tanam Jagung Polda Jabar, Dinilai Bisa Jadi Contoh Nasional
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memuji program penanaman jagung serentak yang dijalankan Polda Jabar sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memuji program penanaman jagung serentak yang dijalankan Polda Jabar sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
Dia menilai skema penanaman tanam jagung yang diterapkan Polda Jabar berpotensi menjadi contoh bagi Polda lain di Indonesia.
Hal itu disampaikan Sigit saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I 2026 melalui video conference dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional.
Menurutnya, apabila skema yang diterapkan Polda Jabar diikuti seluruh jajaran Polda di Indonesia, program ketahanan pangan nasional khususnya komoditas jagung dapat berjalan optimal.
“Kalau skema seperti yang dilakukan Polda Jabar ini bisa diikuti oleh Polda lain, saya yakin program ketahanan pangan nasional, khususnya jagung, bisa berjalan dengan baik,” ujar Sigit.
Kegiatan penanaman jagung serentak Polda Jabar dilaksanakan di lahan milik Perhutani seluas 433,76 hektare di Desa Palabuan, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Polda Jabar dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi pemanfaatan lahan.
Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.
“Kami dari Polda Jawa Barat hari ini melaksanakan penanaman jagung seluas 433,76 hektare di lahan Perhutani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” kata Fadly.
Ia menjelaskan, sejak awal 2026 hingga saat ini program penanaman jagung di Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Total luas penanaman yang telah terealisasi mencapai 6.817,95 hektare, dengan potensi ketersediaan lahan yang masih dapat dikembangkan sekitar 21.190 hektare. Bahkan dalam dua bulan terakhir, capaian program ketahanan pangan jagung Polda Jabar sudah menyamai capaian sepanjang tahun 2016,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Fadly juga didampingi Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko yang turut mendorong pengembangan program ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat.
Dari sisi hilirisasi, Fadly menyebut hasil panen jagung telah terserap dengan cukup baik oleh berbagai pihak.
“Perum Bulog telah menyerap sekitar 1.744 ton hasil panen jagung, sementara industri pabrik pakan telah menyerap sekitar 61.182 ton,” ujarnya.
Menurutnya, penyerapan tersebut menunjukkan ekosistem program berjalan baik karena tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan adanya mekanisme penyerapan hasil panen.
Ia menambahkan, petani juga mendapat pendampingan dari penyuluh pertanian agar proses budidaya lebih terarah dan produktivitas meningkat.
“Dengan adanya pendampingan penyuluh pertanian, diharapkan proses budidaya menjadi lebih baik, produktivitas meningkat serta risiko penyalahgunaan dana dapat diminimalisir,” ungkapnya.
Dari sisi pemasaran, para petani juga disebut telah memiliki kepastian pasar melalui keberadaan offtaker yang siap menyerap hasil produksi jagung.
Dalam skema tersebut, hasil penjualan panen terlebih dahulu digunakan untuk melunasi kewajiban pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sementara keuntungan bersihnya diterima langsung oleh para petani.
“Dalam satu hektare lahan, omzet yang dapat dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta hingga Rp51 juta, dengan potensi laba bersih berkisar Rp25 juta hingga Rp33 juta per musim tanam,” jelas Fadly.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Polda Jabar juga menggagas inovasi “Zero Waste” dengan memanfaatkan limbah organik dari kantin, perkantoran, dan lingkungan Polda Jabar menjadi media tanam bagi komoditas pertanian.
Editor : Doni Ramdhani

