Proyek Pembangunan Masjid Raya Pakansari Memperendah Serapan Anggaran DPKPP

Hingga semester I 2026, serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (DPKPP) merupakan yang terendah.

Proyek Pembangunan Masjid Raya Pakansari Memperendah Serapan Anggaran DPKPP
Untuk DPKPP, Kabid Penataan Bangunan DPKPP Kabupaten Bogor Riza Juangsah Rahmat beralasan rendahnya serapan dinasnya karena proyek pembangunan Masjid Raya Pakansari yang dikerjakan PT Bintang Mega Abadi. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Hingga semester I 2026, serapan anggaran Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (DPKPP) merupakan yang terendah.

Untuk DPKPP, Kabid Penataan Bangunan DPKPP Kabupaten Bogor Riza Juangsah Rahmat beralasan rendahnya serapan dinasnya karena proyek pembangunan Masjid Raya Pakansari yang dikerjakan PT Bintang Mega Abadi.

Bukan karena pekerjaannya yang terlambat, tetapi karena PT Bintang Mega Abadi enggan menyerap atau mencairkan anggaran pembangunannya.

"Serapan anggaran DPKPP rendah, salah satunya karena PT. Bintang Mega Abadi enggan menyerap atau mencairkan anggaran pembangunannya dan baru mencairkan anggaran apabila pekerjaannya sudah 100 persen," kata Riza Juangsah Rahmat kepada wartawan, Minggu 14 September 2025

Riza Juangsah Rahmat menerangkan dari total besar anggaran Rp450.496.097.828 yang terserap baru 28,13 persen.

Dari total besar anggaran, proyek terbesar adalah pembangunan Masjid Raya Pakansari yaitu lebih dari Rp100.685.831.600 atau 54 persen anggaran DPKPP ada di Bidang Penataan Bangunan.

"Demi tertib administrasi, kami pun mendesak PT. Bintang Mega Abadi mencairkan 50 persen anggarannya," terangnya.

Sementara itu, progres pembangunan Masjid Raya Pakansari pada awal Bulan September kemarin sudah berada di angka 47,697 persen.

Atau terjadi deviasi positif 0,346 persen dari target atau rencana 47,352 persen di periode yang sedang berlangsung.

"Namun jika dihitung dari pekerjaan non kontruksi seperti ornamen masjid dan sejenisnya, maka progres pembangunan lebih dari 50 persen. Setelah selesai kontruksi, saya menyakini deviasi positifnya bakal lebih besar dan mudah-mudahan proyek pembangunan Masjid Raya Pakansari selesai sebelum target waktu pekerjaannya," tukasnya.


Editor : Doni Ramdhani