Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan Cirebon Senilai Rp15 Miliar Dikhawatirkan Molor
Pegiat antikorupsi Cirebon Ade Riyaman mengatakan, Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan yang nilainya mencapai Rp15 miliar dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Pasalnya, proyek yang berasal bantuan provinsi Jabar tersebut sampai saat ini progresnya baru mencapai 30%. Padahal, waktu pengerjaan tinggal tersisa sekitar 2 bulan lagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Pegiat antikorupsi Cirebon Ade Riyaman mengatakan, Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan yang nilainya mencapai Rp15 miliar dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu. Pasalnya, proyek yang berasal bantuan provinsi Jabar tersebut sampai saat ini progresnya baru mencapai 30%. Padahal, waktu pengerjaan tinggal tersisa sekitar 2 bulan lagi.
Ade menilai, waktu pekerjaan Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan yang menyisakan dua bulan sangat tidak mungkin dengan estimasi nilai yang mencapai Rp15 miliar. Kalau saja sisa pekerjaan ada pada posisi empat bulan lagi, kemungkinan proyek pasar milik Pemkab Cirebon itu bisa selesai.
"Kalau (Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan) mangkrak atau tidak selesai, ini menjadi aib kembali untuk Pemkab Cirebon. Kasusnya bisa seperti proyek Alun-alun Taman Pataraksa, sampai kasusnya sedang disidangkan di PN Tipikor bandung," ungkap Ade, Senin 21 Oktober 2024.
Ade juga meminta, pihak Kejari Cirebon yang diminta untuk masuk tim pendampingan, untuk intens mengecek progres pekerjaan setiap minggunya. Ini perlu dilakukan karena untuk melihat sampai sejauh mana kegiatan tersebut terlaksana dengan baik.
"Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan ini kan masuk ke dalam 10 proyek strategis yang dimiliki Pemkab Cirebon. Termasuk MCP KPK atau dalam pengawasan KPK. Bagaimana kalau mangkrak. Sementara pihak Indag selalu mengklaim proyek akan selesai tepat waktu. Jangan main-main dengan uang negara," ungkap Ade.
Hal senada dikatakan pengamat lainnya. Warcono Semaun menilai, bila melihat kondisi pekerjaan dilapangan, dia memprediksi baru 30% proyek tersebut dilaksanakan. Sementara sampai akhir tahun kegiatan, hanya tersisa dua bulan kurang saja. Alhasil, dirinya pesimis proyek tersebut bisa selesai tepat waktu.
"Memangnya pakai pola apa sampai pihak Indag mengklaim pekerjaan akan tepat waktu. Nilainya besar bukan seratus dua ratus juta, tapi belasan miliar. Sekarang baru besi besinya saja yang terpasang," aku Warcono.
Sementara itu, sumber-sumber yang layak dipercaya menyebutkan berdasarkan rencana atau jadwal pelaksanaan pekerjaan yg tertuang dalam kurva S, progres pekerjaan sampai minggu kemarin, harusnya sudah mencapai 45%. Namun yang terbangun kenyataanya baru sekitar 35% saja. Otomatis, ada keterlambatan atau terjadi deviasi sekitar 10%.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Sarana dan Pelaku Distribusi Diperindagin Kabupaten Cirebon Ardiles Alfa Jatiwantoro mengaku yakin Proyek Revitalisasi Pasar Palimanan bisa selesai tepat waktu. Pasalnya, pelaksanaannya sudah on the track dan sudah terpasang tiang tiang.
Sayangnya, dia hanya menyebutkan pelaksanaan pekerjaan tersebut ditargetkan 135 hari kerja, atau kurang lebih 4,5 bulan. Sementara saat ini, tersisa tinggal 2,5 bulan lagi. Ironisnya, ketika hal tersebut dikonfirmasikan, Ardiles enggan merespon telepon maupun pesan WhatsApp yang dikirim.
Editor : Doni Ramdhani

