Pusdokkes Polri Kumpulkan 135 Data Ante Mortem Korban KM Virgo Transport 8

Pusdokkes Polri dan tim DVI mengumpulkan 135 data ante mortem keluarga korban KM Virgo Transport 8 untuk mempercepat proses identifikasi.

Pusdokkes Polri Kumpulkan 135 Data Ante Mortem Korban KM Virgo Transport 8
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID– Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bersama jajaran Disaster Victim Identification (DVI) Polda telah mengumpulkan sebanyak 135 data ante mortem dari keluarga korban kapal Virgo Transport 8.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam proses identifikasi apabila korban ditemukan. Data ante mortem berisi kondisi dan informasi korban sebelum meninggal yang nantinya dicocokkan dengan data post mortem hasil pemeriksaan terhadap jasad.

"Data ante mortem atau kondisi korban sebelum meninggal ini sangat berguna untuk pencocokan jika jasad ditemukan," kata Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan di Banjarmasin, Selasa.

Sofwan mengatakan, tim DVI terus berkoordinasi dengan sejumlah Polda yang wilayahnya memiliki banyak keluarga korban kapal Virgo Transport 8.

Koordinasi tersebut melibatkan antara lain Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Barat, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Polda Sumatera Selatan.

Komunikasi tersebut dikoordinasikan bersama Pusdokkes Polri untuk mempercepat pengumpulan data yang dibutuhkan dalam proses identifikasi.

"Misalnya ada laporan keluarga masuk langsung dikirim ke kami di tim DVI Polda Kalsel," jelasnya.

Pengumpulan data ante mortem menjadi bagian penting karena kondisi jasad yang ditemukan dapat memengaruhi proses identifikasi. Sofwan mengakui, semakin sulit kondisi jasad dikenali, semakin panjang pula proses yang diperlukan petugas untuk memastikan identitas korban.

"Jika data pembanding yang ada tidak bisa meyakinkan tim DVI maka kami kirim sampel DNA ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Rumah Sakit Polri Kramat Jati," tambahnya.

Sebelumnya, tim DVI Polri juga telah mengumpulkan data ante mortem dari sejumlah daerah dan mengambil sampel DNA keluarga untuk mendukung proses pencocokan. Data tersebut nantinya dibandingkan dengan data post mortem korban yang ditemukan.

Proses pengumpulan data juga dilakukan di Jawa Barat. Tim DVI Polda Jabar, misalnya, telah mengambil sampel DNA keluarga korban di Kabupaten Garut sebagai bagian dari proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8.

Hingga Selasa siang, sebanyak 117 korban masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes Kapal Virgo Transport 8.

Sementara itu, 126 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia.

Tim DVI terus melakukan proses identifikasi terhadap korban meninggal dengan mengandalkan data ante mortem dari keluarga sebagai salah satu data pembanding. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan identitas setiap korban secara akurat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.***


Editor : JakaPermana