Qatar Siapkan Kesepakatan Iran-AS, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Qatar bersama negara mediator di Timur Tengah menyiapkan kesepakatan Iran-AS. Situasi Selat Hormuz turut menjadi perhatian di tengah konflik.

Qatar Siapkan Kesepakatan Iran-AS, Selat Hormuz Jadi Sorotan
Qatar bersama negara mediator di Timur Tengah menyiapkan kesepakatan Iran-AS. Situasi Selat Hormuz turut menjadi perhatian di tengah konflik.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Qatar bersama sejumlah negara mediator di Timur Tengah tengah mempersiapkan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Upaya tersebut dilakukan untuk membangun “daya tawar yang diperlukan” sebelum proses negosiasi lebih lanjut berlangsung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan persiapan tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah Qatar bersama negara-negara mediator lainnya.

“Inilah yang sedang kami kerjakan. Untuk memastikan bahwa elemen-elemen tersebut ada, dan bahwa kami mampu menempatkan elemen-elemen ini sebelum pengaruh diperlukan,” kata Al-Ansari kepada stasiun televisi CNN pada Senin.

Menurutnya, pengaruh atau daya tawar yang digunakan oleh kedua pihak pada akhirnya akan tercermin dalam ketentuan kesepakatan yang dibuat.

Qatar Soroti Situasi Selat Hormuz

Selain membahas upaya Diplomasi Iran dan AS, Al-Ansari turut menyoroti situasi di Selat Hormuz.

Ia mengkritik pihak-pihak yang menganggap kondisi di jalur pelayaran strategis tersebut dapat menjadi sebuah “normal baru”.

Al-Ansari memperingatkan bahwa dampak negatif akibat penutupan Selat Hormuz tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, dampak tersebut pada akhirnya akan menyebar dan dirasakan oleh masyarakat maupun negara lain.

“Semua dampak negatif dari penutupan jalur air tersebut akan segera sampai ke pintu Anda,” ujar Al-Ansari.

Konflik Iran-AS Kembali Memanas

Ketegangan antara Iran dan AS meningkat setelah 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Iran kemudian merespons dengan serangkaian serangan balasan.

Konflik tersebut sempat mereda setelah Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan pada pertengahan Juni.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Iran dan AS kembali terlibat dalam aksi saling serang sehingga ketegangan di kawasan kembali meningkat.

Qatar Dorong Upaya Diplomatik

Dalam situasi tersebut, Qatar bersama negara-negara mediator di Timur Tengah berupaya menyiapkan sejumlah elemen yang diperlukan untuk membuka jalan menuju kesepakatan Iran-AS.

Al-Ansari menegaskan bahwa daya tawar kedua belah pihak akan menjadi bagian penting dalam menentukan isi kesepakatan nantinya.

Upaya diplomatik tersebut berlangsung di tengah perhatian internasional terhadap kondisi Selat Hormuz dan dampaknya terhadap keamanan serta aktivitas pelayaran di kawasan.***


Editor : JakaPermana