Ratusan Napi Lapas Narkotika Cirebon Jalani Screening HIV AIDS
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan screening HIV/AIDS terhadap 400 napi atau warga binaan Lapas Narkotika.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon melakukan pemeriksaan screening HIV AIDS terhadap 400 napi atau warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA, Gintung Cirebon.
Pemeriksaan screening terhadap ratusan napi Lapas Narkotika di Cirebon tersebut di lakukan dalam rangkaian kegiatan peringatan hari HIV.AIDS se-Dunia.
"Kita tahu bahwa risiko tinggi dari penyebaran HIV AIDS ini salah satunya adalah populasi yang ada di Lapas, ini akibat penggunaan jarum suntik dan lainnya," kata Plt Kadinkes Kabupaten Cirebon, Bambang Sumardi, Minggu 12 Desember 2021.
Baca Juga: Wajah Kabupaten Cirebon, Kawasan Tuparev Bakal Dipoles pada 2023
Menurut Bambang, dalam mengatasi persoalan HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon, pihaknya sudah menyiapkan 60 puskesmas dan 10 Rumah Sakit (RS), termasuk klinik Lapas itu sendiri. Dimana, klinik Lapas tersebut sudah bisa melakukan terapi pengobatan HIV AIDS.
Karena itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri ke sejumlah layanan kesehatan tersebut, karena sasaran HIV/AIDS bukan hanya warga binaan.
Baca Juga: Mantan Wabup Cirebon Gota Dinyatakan Bebas Bersyarat
"Jadi semua masyarakat yang mempunyai risiko tinggi itu bisa mengakses pelayanan HIV/AIDS diseluruh puskesmas dan RS serta klinik disini," ungkap Bambang.
Ia menjelaskan, untuk mengantisipasi penularan HIV/AIDS dibutuhkan pula peran dari semua pihak, termasuk pegiat HIV/AIDS dalam hal edukasi dan sosialisasi. Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan, untuk menekan penularan HIV/AIDS
Sedangkan akunya, dari data yang dimiliki Dinkes Kabupaten Cirebon, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon sampai bulan Oktober 2021 terdapat penambahan kasus sebanyak 181 kasus. Sehingga jumlah total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cirebon sebanyak 2. 501 kasus.
Baca Juga: BBWS Cimanuk Cisanggarung Diminta DPRD Kabupaten Cirebon Sigap Perbaiki Kerusakan Sungai di Waled
"Kami terus bergerak dengan berbagai element masyarakat. Tahun sekarang juga kita terus menggandeng semua pegiat HIV/AIDS. Kita akan terus berusaha mencegah penularab Aids," jelasnya.
Sementara untuk tingkat kesembuhannya, lanjut Bambang, sangat bergantung kepada yang bersangkutan. karena dilakukan secara berkelanjutan. Selama penderita bisa mengendalikan kondisinya, selama itu pula penderita akan bisa mengendalikan HIV/AIDS.
"Selama itu bisa dikendalikan insya Allah bisa mengendalikan umur, walaupun umur itu sudah ditentukan Allah. Tapi dengan kemauan dan pengobatan yang rutin, reflikasi virus yang ada di dalam tubuh kita bisa tertekan," papar Bambang.
Baca Juga: Pemkab Cirebon Terima Bantuan APD Dari BNPB
Terpisah, Kalapas Narkotika Kelas IIA, Gintung, Cirebon, Nur Bambang Suprihandono beberapa waktu lalu mengungkapkan, screening HIV/AIDS terhadap 400 orang warga binaan ini sangat membantu pihaknya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ini supaya penderita HIV/AIDS sedini mungkin bisa segera terdeteksi.
"Kegiatan ini sangat berguna dan harapan kami screening ini bisa berkelanjutan," pungkasnya. *** (Maman Suharman)
Editor : inilahkoran


