Ratusan Prajurit Armed 2/1 Kostrad Diterjunkan ke Wilayah Rawan Konflik

Personel Resimen Armed 2/1 Kostrad selama ini kerap dilibatkan dalam sejumlah operasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bahkan, dalam kegiatan operasi nontempur misalnya para personel dari satuan TNI AD ini juga kerap diterjunkan ke wilayah-wilayah terdampak bencana alam.

Ratusan Prajurit Armed 2/1 Kostrad Diterjunkan ke Wilayah Rawan Konflik
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Personel Resimen Armed 2/1 Kostrad selama ini kerap dilibatkan dalam sejumlah operasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bahkan, dalam kegiatan operasi nontempur misalnya para personel dari satuan TNI AD ini juga kerap diterjunkan ke wilayah-wilayah terdampak bencana alam.

“Pasukan kami yang berada di tiga Batalyon Armed kapan pun siap untuk diterjunkan, baik untuk operasi tempur maupun non tempur,” ujar Komandan Resimen Armed 2/1 Kostrad Kolonel Arm Johanes Toar Pioh saat melepas 500 personelnya untuk tugas pengamanan di wilayah Maluku Utara, Rabu (4/3/2020).

Pria yang lebih akrab disapa Toar itu menjelaskan, ratusan personel yang diberangkatkan untuk pengamanan wilayah rawan (Pamrahwan) ini berasal dari berbagai satuan yang ada di Kostrad. Mereka, akan bertugas selama sembilan bulan ke depan.

“Anggota kami, diperbantukan untuk turut menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” jelas dia.

Dia menuturkan, pemberangkatan pasukannya ini sudah terencana setahun sebelumnya. Dalam kesempatan itu, dirinya juga berpesan kepada para prajuritnya, agar berbuat lebih baik selama di wilayah rawan konflik itu.

“Saya bangga dengan kalian. Keluarga bangga dengan kami. Selamat bertugas. Pergi lengkap, pulang pun harus dalam keadaan lengkap juga,” pesan Toar.

Dia menambahkan, para personel TNI yang berangkat ini adalah mereka yang dipilih karena memiliki kemampuan khusus serta sebelumnya melakukan kegiatan pratugas dengan latihan-latihan. Sebelumnya, mereka juga telah dibekali latihan selama 3 sampai 6 bulan.

Toar kembali menambahkan, selama ini anggotanya turut dilibatkan juga dalam beberapa kegiatan non tempur. Misalnya, bakti sosial, penghijauan dan edukasi bela Negara kepada masyarakat. Termasuk, bantuan jika di suatu wilayah terjadi bencana alam.

“Tim evakuasi dan kesehatan kami telah siap siaga. Pokoknya kita on call dan siap mengerahkan anggota untuk membantu korban bencana alam,” pungkasnya. (Asep Mulyana)


Editor : Doni Ramdhani