Ratusan Siswa SMP 1 Karangligar Korban Banjir Karawang Berobat karena Gatal-Gatal
Sebanyak 700 siswa SMP 1 Karangligar korban banjir mendapat pengobatan gratis dari RSUD Jatisari Karawang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebanyak 700 siswa SMP 1 Karangligar korban banjir mendapat pengobatan gratis dari RSUD Jatisari Karawang.
Sejumlah siswa secara bergiliran diperiksa di sekolah yang sempat terendam banjir Karawang selama dua pekan. Kebanyakan, siswa menderita gatal-gatal, batuk, demam, dan mengeluhkan sakit di lambung.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Jatisari Deddy Ferry Rahmat mengatakan, kejadiran tim medis merupakan bentuk dukungan terhadap pemulihan kesehatan siswa yang menjadi korban banjir Karawang. Siwa menjadi korban banjir setelah sekolah SMP 1 Karangligar banjir setinggi 2 meter selama satu pekan.
"Kami diundang PWI Karawang untuk bakti sosial di sekolah yang menjadi korban banjir. Kami datang karena SMP 1 Karangligar merupakan sekolah yang paling parah kebanjiran. Terbukti saat kami datang ratusan siswa mengeluh karena sakit," kata Deddy, Kamis 12 Februari 2026.
Menurut Deddy, ratusan siswa berobat secara bergiliran sejak pagi pukul 9.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Karena banyak siswa yang ingin berobat pihak RSUD Jatisari mengutamakan siswa yang berdampak terlebih dahulu untuk dilayani. Kemudian baru siswa yang lain boleh berobat.
"Kita utamakan yang sakit dahulu untuk diperiksa baru siswa lainnya," katanya.
Deddy mengatakan, berdasarkan catatan siswa yang berobat kebanyakan mengeluh karena menderita sakit gatal-gatal, batuk, demamm dan lambung. Setelah diperiksa dokter kemudian siswa diberikan obat sesuai dengan keluhannya.
"Mungkin karena air banjir kotor jadi siswa sakit gatal-gatal dan demam. Tapi semua keluhan siswa kami obati di sekolah ini," katanya.
RSUD Jatisari menerjunkan 10 orang petugas yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga garmasi dan petugas pencatatan. Meski jumlah siswa mencapai ratusan namun semua bisa dilayani sampai selesai.
"Semua siswa yang mendaftar dilayani semua sampai selesai," katanya.
Menurutnya, dengan adanya pengobatan ke sekolah terdampak banjir bisa mengurangi beban korban banjir. Selain itu juga dapat terus terpantau siswa yang menjadi korban banjir.
"Hujan masih belum selesai dan kami akan terus melakukan pemantauan kesehatan siswa yang menjadi korban banjir," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


