Siswa Kelas X SMAN 3 Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Perundungan Senior
Seorang siswa kelas X SMAN 3 Tasikmalaya berinisial MA diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan sejumlah kakak kelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Seorang siswa kelas X SMAN 3 Tasikmalaya berinisial MA diduga menjadi korban perundungan yang dilakukan sejumlah kakak kelasnya. Insiden tersebut diduga terjadi setelah foto korban bersama sejumlah rekannya bergaya menggunakan rokok elektrik di dalam kelas beredar di media sosial.
Orang tua korban, Meina Zehan mengatakan, kejadian bermula ketika anaknya bersama beberapa siswa lain mencoba bergaya menggunakan pod untuk keperluan foto saat jam istirahat. Foto tersebut kemudian diunggah ke akun TikTok pribadi hingga diketahui sejumlah siswa kelas XII.
Persoalan berlanjut pada Kamis (24/9/2026). Sekitar pukul 10.00 WIB, korban bersama beberapa rekannya didatangi sejumlah siswa kelas XII ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Menurut Meina, anaknya bersama rekan-rekannya kemudian dibawa melewati sejumlah ruang kelas menuju ruang Bimbingan Konseling (BK). Namun, persoalan disebut berlanjut setelah mereka berada di luar sekolah.
Korban dan dua rekannya kemudian diminta datang ke sebuah warung yang berada tak jauh dari lingkungan sekolah sekitar pukul 14.00 WIB. Di lokasi tersebut, mereka diduga mengalami kekerasan fisik berupa tamparan dan pukulan.
"Karena merasa terancam dan cemas akan keselamatan, anak saya sempat menghubungi saya melalui pesan singkat untuk meminta pindah sekolah,” kata Meina Zehan, Senin (28/9/2026).
Meina kemudian mencari keberadaan anaknya yang belum juga pulang. Sekitar pukul 16.30 WIB, keluarga mendapat informasi lokasi pertemuan tersebut dari seorang alumni.
Setibanya di lokasi, Meina mengaku mendapati anaknya bersama dua rekannya dalam kondisi tertekan. Ia juga melihat adanya memar pada bagian wajah dan mata korban.
"Saat mendatangi lokasi kejadian, saya menemukan anak saya bersama rekan-rekannya dalam kondisi tertekan. Wajah dan mata memar setelah ditampar para senior," ungkapnya.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan keluarga korban ke Polres Tasikmalaya Kota. Keluarga berharap persoalan tersebut ditangani secara serius sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Tasikmalaya Elin Yuliani membenarkan adanya insiden yang melibatkan sejumlah siswanya. Pihak sekolah melalui BP/BK telah memanggil siswa yang terlibat untuk menggali keterangan mengenai kejadian tersebut.
Dari keterangan yang diterima sekolah, para siswa yang diduga melakukan perundungan mengakui adanya tindakan penamparan. Namun, pihak sekolah menyebut tidak menemukan pengakuan mengenai aksi penendangan seperti informasi yang sebelumnya beredar.
"Hanya ditampar, tidak penendangan. Yang enam orang itu mengaku melakukan penamparan," kata Elin.
Sekolah kemudian memberikan sanksi kepada siswa yang terlibat. Korban dan siswa yang mendatangi lokasi di luar sekolah dikenakan skorsing selama dua hingga tiga hari. Sementara siswa yang melakukan perundungan diberikan skorsing selama satu minggu.
"Peringatan tertulis juga lebih jauhnya dikenakan skorsing. Untuk korban dan anak-anak yang out ke sana kami skor dua sampai tiga hari. Sedangkan untuk yang melakukan perundungan satu minggu," tegasnya.
Elin mengatakan, orangtua korban maupun orangtua siswa yang diduga terlibat telah dipanggil pihak sekolah. Sekolah juga telah berkoordinasi dengan Lanud Wiriadinata terkait lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya perundungan.
"Intinya bahwa anak atau ortu menerima pelaporan dari pihak korban dan legowo serta menerima prosedur hukum dengan harapan ada dampak positif kedepannya. Mudah-mudahan hasil dari semua pihak itu juga yang membuat berdamai," jelasnya.
Editor : Doni Ramdhani

