Redam Potensi Konflik, FKUB Kabupaten Cirebon Kedepankan Dialog
Sebagai wadah dialog, FKUB berperan sebagai ruang komunikasi lintas agama untuk menjaga keharmonisan dan mediator menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas kehidupan sosial kembali ditekankan di Kabupaten Cirebon, menyusul munculnya berbagai dinamika keagamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Ketua MUI Kabupaten Cirebon Zamzami Amin mengatakan, tokoh agama memiliki posisi penting dalam menciptakan suasana kondusif di tengah perbedaan keyakinan yang ada.
Menurutnya, keberagaman merupakan kenyataan sosial yang harus disikapi dengan sikap saling menghargai, toleransi, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Kerukunan harus terus dijaga bersama. Tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kehidupan masyarakat tetap damai dan harmonis,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Sementara itu, Bendahara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cirebon Marzuki Rais menuturkan FKUB berperan sebagai ruang komunikasi lintas agama untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.
Dia mengaku, FKUB tidak hanya menjadi wadah dialog tetapi juga berfungsi sebagai mediator dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan antarumat beragama.
“Peran kami adalah menjembatani komunikasi dan memfasilitasi penyelesaian persoalan agar tidak berkembang menjadi konflik,” ujarnya.
Dia memaparkan, upaya menjaga kerukunan juga perlu didukung dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam kehidupan bernegara.
Sedangkan, Plt Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon Slamet mengingatkan pentingnya sikap terbuka dalam menyikapi berbagai isu keagamaan yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik.
“Setiap persoalan harus disikapi dengan dialog dan keterbukaan agar tidak menimbulkan gesekan di masyarakat,” akunya.
Dia menambahkan, konsep moderasi beragama bukanlah mencampurkan ajaran, melainkan cara pandang dalam menjalankan keyakinan secara seimbang serta menghormati perbedaan.
“Tokoh agama harus hadir sebagai penenang dan penghubung komunikasi antarumat beragama,” tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani

