Serangan Hama Tikus Membuat Sejumlah Petani di Banyuresmi Garut Merugi
Sejumlah petani di Desa Sukasenang dan sekitarnya di Kecamatan Banyuresmi menjerit kehilangan hasil panen padinya. Sebagian gagal panen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Sejumlah petani di Desa Sukasenang dan sekitarnya di Kecamatan Banyuresmi menjerit karena kehilangan hasil panen padinya. Sebagian bahkan mengalami gagal panen.
Banyak tanaman padi yang mereka garap mengalami kerusakan hebat akibat serangan hama tikus pada beberapa waktu terakhir ini. Parahnya, hama tikus yang selalu muncul bergerombol dalam jumlah banyak itu tak hanya menyerang buliran padi yang menjelang dipanen. Hama tikus bahkan menyerang tanaman padi masih muda dan yang baru muncul bakal tangkai bunganya.
"Yang biasanya sekali panen mendapatkan delapan karung padi, sekarang paling hanya dapat tiga karung. Bahkan ada sawah yang tanaman padinya belum dipanen tapi sudah langsung dibajak lagi untuk ditanami tanaman baru. Soalnya tanaman padinya sudah rusak diserang tikus meskipun belum berbuah," kata Yanti (40) warga Desa Sukasenang, Minggu 10 Oktober 2021.
Baca Juga: Innalillahi, Giliran Warga Cisurupan Garut yang Meninggal Akibat Covid-19
Menurut buruh tani itu, petani yang masih berhasil memanen padi pun tak bisa menutupi kerugian kerusakan tanaman padinya dari serangan hama tikus. Bahkan untuk menutupi ongkos buruh tani pun tak mencukupi.
"Kami yang biasa ngarambet (berburuh membersihkan gulma) pun jadi kehilangan pekerjaan," ujar Yanti.
Berbagai upaya telah dilakukan petani untuk membasmi hama tikus tersebut namun tak membuahkan hasil.
Baca Juga: Polres Garut Selidiki Keterlibatan Puluhan Warga Masuk NII
Untuk mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus, sebagian petani akhirnya mengganti tanaman padi di lahan garapannya dengan tanaman palawija atau tanaman lainnya yang berumur pendek. Termasuk di antaranya dengan tanaman tembakau.
Camat Banyuresmi Jujun Juhana membenarkan adanya serangan hama tikus terhadap lahan sawah milik petani di daerahnya. Namun serangannya sporadis.
Baca Juga: Update Positif Covid-19 Kabupaten Garut, Kasus Aktif Naik Jadi 34
"Memang serangan hama tikus sekarang lebih meningkat dibanding tahun sebelumnya. Berapa luasan areal sawah diserang hama tikus ini persisnya? Belum diketahui. Informasi dari petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), dan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas), masih dilakukan pendataan," ujarnya.***(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


