Di Garut, Masih Ada 10 Ribu Anak Stunting yang Tersebar di 42 Kecamatan
Saat ini, di Kabupaten Garut masih ada sekitar 10.000 anak mengalami stunting. Anak-anak itu memiliki tinggi badan tak sesuai usianya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Saat ini, di Kabupaten Garut masih ada sekitar 10.000 anak mengalami stunting. Anak-anak itu memiliki tinggi badan tak sesuai usianya. Keberadaanya tersebar di 42 kecamatan.
Hal itu dikemukakan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat menghadiri Expose Data Hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) di Ballroom Hotel Harmoni Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler.
Menurut Helmi, angka anak mengalami stunting sekitar 10.000 orang atau sekitar 4,8 persen dari jumlah anak balita yang ada di Kabupaten Garut tersebut terbilang menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sempat mencapai angka 5 persen, bahkan 6,4 persen.
Baca Juga: Makanan Bergizi Kunci Cegah Stunting
Lantaran hal itu, Helmi mengapresiasi kinerja aparatnya dan peran serta masyarakat yang telah berkolaborasi dalam upaya menurunkan angka stunting di Garut selama ini.
Helmi pun meminta aparatur pemerintah kecamatan hingga aparatur pemerintahan desa/kelurahan, serta jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), termasuk juga masyarakat secara umum agar terjun langsung memantau perkembangan anak-anak dinyatakan mengalami stunting.
"Kami sudah memiliki data 4,8 persen yang memang stunting, dan itu membutuhkan perhatian," kata Helmi, Selasa 12 Oktober 2021.
Baca Juga: Jabar Targetkan Penurunan Balita Stunting Jadi 14 Persen Tahun 2024
Sementara itu, Kepala Dinkes Garut Maskut Farid menyebutkan evaluasi data penimbangan berat badan anak mengalami stunting sendiri dilakukan berkala sekitar enam bulan sekali dalam satu tahun.
Berdasarkan hasil evaluasi data penimbangan balita sekitar Februari dan Agustus 2021 diketahui angka anak mengalami stunting mengalami penurunan.
Baca Juga: Geber Pagi, Buruan SAE Peduli, dan Bereaksi Cegah Stunting di Kota Bandung
"Tinggal PR (pekerjaan rumah)-nya adalah bagaimana yang sudah terdata ini kita bisa selesaikan. Kita bisa kurangi stuntingnya. Sehingga mudah-mudahan enam bulan ke depan, orang ini bukan stunting lagi," ujarnya.
Ditambahkan, data stunting tersebut sudah mencakup by name by address di setiap desa/kelurahan di setiap kecamatan.***(zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


