Tawaran Pengolahan Sampah Banyak yang Datang. Pemkab Cirebon Masih Akan Lakukan Kajian

PT Hejotekno yang juga menjalankan program PT. Pindad, menawarkan kerjasama pengolahan sampah ke Pemkab Cirebon. Namun, masih dalam kajian

Tawaran Pengolahan Sampah Banyak yang Datang. Pemkab Cirebon Masih Akan Lakukan Kajian
Bupati Cirebon, Imron,
INILAH, Cirebon - PT Hejotekno yang juga menjalankan program PT. Pindad, menawarkan kerjasama pengolahan sampah ke Pemkab Cirebon. Namun Pemkab Cirebon mengaku masih harus melakukan kajian ulang. Masalahnya, bukan kali ini saja penawaran datang. Sudah beberapa perusahaan yang datang dan menawarkan kerjasama dengan bentuk yang sama.
 
"Memang ada yang datang. Mereka kerjasama juga dengan PT. Pindad. Mereka menawarkan kerjasama pengolahan sampah disetiap desa," kata Bupati Cirebon, Imron, Sabtu (29/10/2021).
 
Menurutnya, perusahaan bernama Hejotekno tersebut menawarkan mesin pencacah sampah disetiap desa. Syaratnya, desa harus menyediakan tanah seluas kurang lebih 200 meter persegi. Nantinya, sampah dari masyarakat, baik sampah organik maupun non organik, akan dicacah pada mesin tersebut. Ini untuk mengurangi beban sampah yang akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).
 
"Penawarannya cukup menarik, karena mereka menawarkan produk tekhnologi yang ramah lingkungan.  Mesinnya dari mereka dan desa cukup menyediakan lahan saja. Tapi kan perlu kajian mendalam karena bukan kali ini saja kerjasama yang ditawarkan. Beberapa perusahaan juga menawarkan produk yang sama," kata Imron, Sabtu (29/10/2021).
 
Imron menjelaskan, Hejotekno sendiri tidak memberikan kerjasama tersebut secara gratis. Nanti, setiap  Kepala Keluarga (KK) diminta iuran Rp10 sampai Rp15 ribu setiap bulannya. Hejotekno juga memberikan kantong plastikp kesetiap rumah. Dua kantong plastik tersebut untuk memisahkan sampah organik maupun non organik.
 
"Persoalannya kan, masyarakat tahu tidak apa itu sampah organik maupun non organik. Mereka harus memisahkan jenis sampah tersebut sebelum dibuang ke tempat sampah yang diberikan Hejotekno. Ini kan persoalan lagi. Biasanya yang namanya sampah, ya langsung dibuang begitu saja," ungkap Imron.
 
 
Namun lanjutnya, kalau kerjasama sudah berjalan, ada juga keuntungan yang ditawarkan. Pihak Hejotekno memberikan keuntungan sebesar 20 persen untuk desa, 20 persen untuk Pemkab dan 60 persennya pihak Hejotekno. Meskipun begitu, hal itu perlu kajian mendalam karena sudah beberapa kali ada mesin pengolah sampah, sampai sekarangpun tidak berjalan. Padahal, Pemkab sudah beberapa kali memberikan bantuan.
 
"Kalau saya setuju saja kalau bisa dikelola dengan baik. Toh nantinya akang mengurangi beban sampah rumah tangga yang akan diangkut Dinas LH ke TPAS. Namun kembali kepada masyarakat itu sendiri. Disinilah perlu kajian yang sangat mendalam," ucapnya.
 
Hal senada dikatakan Kadis LH Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan. Dia menilai, penawaran dari Hejotekno sangat baik dan bisa meringankan beban pengangkutan sampah ke TPAS. Namun pihaknya masih akan melakukan analis terlebih dahulu. Alasannya, persoalan penanganan sampah perlu kajian karena tidak semudah membalikan telapak tangan.
 
 
"Apa yang dikatakan bupati itu tepat. Kami mendukung upaya penanganan sampah dari mana saja. Tapi kami butuh waktu melakukan kajian dan analisa mendalam. Penawaran yang sama juga pernah datang beberapa kali. Ya tunggu saja nanti hasilnya bagaimana," tukas Iwan. (maman suharman)


Editor : inilahkoran