Diklaim Selesai Hari Ini, Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon Kok Masih Berantakan

Proyek pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa (ATP) selesai dikerjakan hari ini sesuai kontrak. Namun, kondisinya masih berantakan.

Diklaim  Selesai Hari Ini, Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon Kok Masih Berantakan
Kondisi basemen Alun-alun Taman Pataraksa yang berada di depan Gedung Pemkab Cirebon digenangi air, padahal hari ini batas terakhir pengerjaan.

 

INILAHKORAN, Cirebon – Hanya tinggal hitungan jam,  proyek pembangunan Alun-alun Taman Pataraksa (ATP)  selesai dikerjakan sesuai kontrak. Namun, hingga kini kondisinya masih berantakan.

ATP yang berada tepat di depan Gedung Pemkab Cirebon, sesuai kontrak pengerjaan selesai Selasa 28 Desember 2021. Namun dari pantauan, basemant malah tergenang air.

Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hendrawan mengakui, beberapa kali melakukan evaluasi, dan pelaksana proyek memang mengklaim, pekerjaan akan selesai tepat waktu. Bagi LH, hal itu tidak masalah karena anggarannya juga berasal dari provinsi. Namun,  waktu yang tersisa tinggal beberapa jam lagi, menjelang pukul 24.00 WIB.

Baca Juga: Puting Beliung Rusak 46 Rumah Warga di Gebang Kabupaten Cirebon

"Ya, kalau mereka optimis justru bagus. Tapi kan waktunya tinggal beberapa jam lagi untuk hitungan hari ini. Ya kita lihat saja, bisa selesai sesuai progres atau tidak," kata Iwan.

Pihaknya juga belum bisa memastikan, tindakan apa yang akan diambil LH jika proyek tidak selesai hari ini. Kemungkinan, langkah yang akan diambil dilakukan Rabu. Apakah akan ada adendum atau bisa saja pemutusan kontrak kerja.

"Kita tidak bisa mengambil keputusan hari ini. Besok, pasti kita akan menentukan, langkah apa yang akan kami ambil," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Rio Eka Nanjaya.  Menurutnya, masih ada beberapa jam ke depan, pelaksana proyek menyelesaikan pekerjaannya. Dirinyapun menyoroti, masih tergenangnya basemant oleh aliran air yang cukup mengganggu. Setelah diteliti, ternyata berasal dari sumur resapan yang belum selesai.

Baca Juga: Gara-gara Kemendagri, Rotasi Mutasi di Pemkab Cirebon Molor

"Melihat kondisi basemant saya juga sempat kaget. Masalahnya masih ada genangan air yang cukup mengganggu. Ya kita lihat saja, apa betul hari ini bisa selesai atau tidak. Toh pelaksana proyek selalu optimis pekerjaan selesai tepat waktu," jelas Rio.

Namun Manajemen Konsultan (MK) Toto, justru masih ragu dengan kondisi proyek yang masih berjalan. Dirinya mengaku pesimis, pekerjaan akan selesai hari ini. Masalahnya, banyak pekerjaan yang terlihat secara kasat mata, masih diproses. Seharusnya, ada adendum minimal sampai akhir bulan ini.

"Saya sih pesimis pekerjaan bisa selesai sekarang. Banyak pekerjan berbentuk fisik walaupun tidak terlalu mencolok, tapi prosesnya masih dikerjakan. Lantai atas juga masih dalam proses finishing. Kalau basemant tergenang air, sedang kami sedot airnya. Ini karena kemarin hujan kena bocoran dari atap galeri yang belum di tutup," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Mulai Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

Dirinya juga mengakui, tahun depan masih ada anggaran tambahan sekitar Rp5 miliar yang dananya belum jelas. Apakah dari provinsi atau menjadi beban Pemkab Cirebon. Namun sebelum anggaran bisa turun, untuk sementara TAP belum bisa digunakan, karena harus selesai seluruhnya.

"Tahun depan harus ada anggaran rp5 miliar kalau mau selesai dan bisa digunakan. Tapi kabarnya, anggaran ada di perubahan. Kalau ini kejadian, kami tidak akan sanggup mengerjakan karena waktunga sangat mepet. Kecuali dianggarkan di anggaran murni," tukas Toto. *** (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran