Tokoh Agama pun Terlibat Kasus Pelecehan Seksual di Kabupaten Cirebon

Sejumlah tokoh agama pun terlibat dalam kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon. Selain itu, orang terdekat mendominasi sebagai pelaku.

Tokoh Agama pun Terlibat Kasus Pelecehan Seksual di Kabupaten Cirebon
Sejumlah tokoh agama pun terlibat dalam kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon.

INILAHKORAN, Cirebon - Sejumlah tokoh agama pun terlibat dalam kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon. Selain itu, orang terdekat pun mendominasi sebagai pelaku.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, selama 2021 lalu jumlah kekerasan dan kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon terhitung sejumlah 55 kasus. Kasus pelecehan seksual terbilang mendominasi.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Ida Laela Rukaeda menyayangkan tingginya kasus tersbut. Terlebih, para pelaku kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon itu merupakan orang terdekat korban. Bahkan, ada juga tokoh agama dan marbot yang tercatat sebagai pelaku.

Baca Juga: Kru Film Jadi Pelaku Pelecehan Seksual, Penyalin Cahaya Terancam Tak Tayang?

"Dalam kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon ini kebanyakan korbannya anak-anak. Sedangkan, para pelaku kasus itu mayoritas orang terdekat korban mulai dari keluarga, kerabat, tetangga, marbot, tokoh agama, dan tokoh masyarakat," kata Ida, Kamis 13 Januari 2020.

Menurutnya, jumlah 55 kasus sepanjang 2021 itu bisa jadi bertambah. Pasalnya, kemungkinanan besar kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon itu ada yang tidak dilaporkan kepada pihaknya.

"Jumlah itu hanya kasus yang masuk ke kami. Bisa jadi kasus itu lebih banyak karena laporannya masuk ke lembaga atau instansi lainnya. Mungkin masih banyak kasus lainnya yang sudah masuk ke Polres di PPA, lembaga masyarakat, dan juga mungkin banyak yang belum terlaporkan," tuturnya.

Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual kepada Santriwati, Ini Kata Jajaka Kota Bandung

Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih meminta dinas terkait agar lebih memperhatikan aspek psikologis para korban kasus pelecehan seksual di Kabupaten Cirebon.

Sebab, setelah kejadian itu, korban pastinya menutup diri dan tidak mau bergaul dengan temannya karena kurang percaya diri.

“Biasanya korban lebih menutup diri. Mereka depresi dan tidak mau bergaul dengan lingkungannya lagi. Karena, kejadian ini berpengaruh pada psikologisnya. Bisa jadi traumatik tidak sampai menikah,” ujar Ayu, sapaam akrabnya. (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran