Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tertinggi di Kabupaten Cirebon

Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya kasus kekeresan seksual masih mendominasi kekerasan anak yang terjadi di Kabupaten Cirebon.

Kekerasan Seksual Terhadap Anak Tertinggi di Kabupaten Cirebon
Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya mencatat kasus kekerasan seksual masih mendominasi kekerasan anak di Kabupaten Cirebon.


INILAHKORAN, Cirebon - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Cirebon Raya menyebutkan kasus kekerasan seksual masih mendominasi kekerasan anak di Kabupaten Cirebon dan pelakunya merupakan orang terdekat.

"Dari 55 kasus kekerasan anak yang terjadi pada 2021, sebanyak 50 persen di antaranya adalah kekerasan seksual," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak Cirebon Raya Siti Nuryani di Cirebon, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin 24 Januari 2022.

Nuryani mengatakan selama tahun 2021, pihaknya menangani kasus kekerasan anak di Kabupaten Cirebon, mencapai 55 kasus.

Baca Juga: Pengantin Baru Wajib Tahu! Ini Doa Agar Rumahtangga Dapat Keberkahan

Kasus kekerasan itu, paling banyak merupakan kasus kekerasan seksual, dan bahkan pelaku kekerasan seksual sendiri dilakukan oleh orang terdekat dari para korbannya.

"Pelakunya merupakan orang dekat. Baik itu keluarga atau orang yang dikenal korban," tuturnya.

Selain itu untuk faktor yang melatarbelakangi kasus kekerasan terhadap anak kata Nuryani, berawal dari masifnya anak-anak menggunakan gawai, sehingga mereka meniru hal yang tidak pantas ,yang dilihat melalui internet.

Baca Juga: Buka Road Show Donor Darah 3, Masyarakat Tionghoa Peduli Targetkan 3 Ribu Labu

Untuk itu perlu dilakukan pencegahan dampak buruk dari penggunaan gawai. Dan saat ini pihaknya sedang melakukan program parenting untuk siswa tingkat PAUD hingga SMP.

Parenting yang dilakukan yaitu, dengan melakukan terapi agar tidak ketergantungan dengan . Selain untuk mencegah ketergantungan dengan gawai, pihaknya juga mengedukasi siswa untuk terhindar dari melakukan hal negatif akibat gawai.

"Untuk mencegah dampak menggunakan gawai dan internet, kita lakukan terapi dan edukasi untuk memanfaatkannya dengan baik," katanya. (*)


Editor : inilahkoran