Polisi Tegaskan Konser Tri Suaka di Taman Anggur Kukulu Subang Tak Berizin
Polda Jabar tegaskan konser Trisuaka di Taman Anggur Kukulu Kabupaten Subang tidak mengantongi izin keramaian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Polda Jabar menegaskan tidak memberikan izin konser Tri Suaka. Konser Tri Suaka di Taman Anggur Kukulu Kabuapten Subang pun sempat viral di media sosial.
Bahkan, buntut dari konser Tri Suaka tersebut yang diduga melanggar protokol kesehatan (Prokes) membuat Bupati Subang Ruhimat berang, dan akhirnya menutup Taman Anggur Kukulu.
Viralnya rekaman konser Tri Suaka di Taman Anggur Kukulu itu, dikarenakan para pengunjung di sana tak menaati (Prokes) dengan tak menggunakan masker serta mengabaikan jaga jarak.
Baca Juga: Taman Anggur Kukulu Subang Ditutup Sementara Lantaran Langgar Prokes Covid-19
Saat dikonfirmasi izin konser Tri Suaka tersebut ke pihak kepolisian, diketahui panitia hanya mengajukan izin untuk mengadakan kegiatan dengan embel-embel silaturahmi. Namun demikian, kepolisian belum memberikan restu penyelenggaraan kegiatan.
"Awalnya mereka mengajukan untuk mengadakan silaturahmi, dan kita juga tidak memberi izin kepada yang bersangkutan," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo, saat dihubungi via ponselnya, Rabu (2/2/2022).
Meski tak berizin, panitia tetap menggelar konser Tri Suaka tersebut. Alhasil, polisi dari Polres Subang pun, bergerak dan membubarkan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pembunuhan Subang Belum Terungkap Polda Jabar Sebar Sketsa Pelaku
"(Polisi) melakukan penghentian kegiatan. Pihak panitia juga diberikan peringatan," katanya.
Ibrahim menyayangkan kegiatan konser Tri Suaka tersebut berlangsung di tengah angka Covid-19, dengan varian Omicron meningkat. Dia pun menilai kerumunan itu berpotensi menjadi episentrum sebaran corona.
"Karena kita tahu sekarang masih masa pandemi, kita sangat berharap untuk tidak menyebarkan virus Corona ini apalagi sekarang Omicron sudah mulai meningkat, jadi kita prihatin apabila memang ada kerumunan ini sangat rentan untuk menjadi episentrum penyebaran Covid," kata dia. (Cesar Yudistira)
Editor : inilahkoran


