Ini Langkah Pemkab Garut Hindari Kelangkaan Minyak Goreng di Pasaran
Pemkab Garut dan Polres akan meningkatkan pengawasan penjualan minyak goreng agar tidak terjadi kelangkaan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Pemkab Garut dan Polres berkoordinasi meningkatkan pengawasan penjualan minyak goreng untuk mengantisipasi penimbunan barang yang bisa mengakibatkan kelangkaan minyak goreng.
"Kami dari dinas sudah koordinasi dengan Reskrim Polres Garut, ini hal yang biasa untuk meningkatkan pengawasan penjualan minyak goreng di pasaran," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut Nia Gania Karyana seperti dikutip dari Antara, Minggu 6 Februari 2022.
Ia menuturkan jajarannya selalu berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Garut yang memiliki kewenangan dalam penindakan hukum apabila di lapangan ada pihak menimbun minyak goreng sehingga terjadi kelangkaan.
Baca Juga: NII Deklarasi di Garut, Begini Kata Gubernur Ridwan Kamil
Menurut dia, pengawasan yang dilakukannya bersama Polres Garut sebagai langkah antisipasi agar tidak ada pihak yang memanfaatkan dengan menaikkan harga minyak goreng untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
"Sejauh ini tidak ada (penimbunan) mudah-mudahan kelangkaan minyak di pasaran ini karena masalah di hulunya," kata Gania.
Ia mengakui selama ini ketersediaan minyak goreng di pasar modern seperti minimarket, swalayan, maupun pasar tradisional cukup langka, apabila tersedia harganya cukup tinggi di atas Rp14 ribu per liter.
Baca Juga: Hebat! Rokok Mencos Garut Tembus Pasar Jepang
Terkait kelangkaan barang itu, kata dia, pemerintah daerah hanya bisa meninjau untuk memastikan ketersediaannya, berikut mengingatkan penyuplai agar tidak terlambat mengrimkan barang ke pasaran.
Terkait memenuhi ketersediaan barang di pasaran, kata dia, sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat, terlebih pabrik maupun pemasok besar minyak goreng berada di luar Garut.
Menurut dia kelangkaan minyak goreng di Garut karena persoalan di hulunya yang tidak lancar, akibatnya pendistribusian ke hilir juga terganggu sehingga barang menjadi langka.
Baca Juga: Sudah TIga Nyawa Melayang Akibat Tembok Pembatas Rumah Roboh di Cianjur
"Kalau dari hulunya sudah lancar, tentu ke daerah sebagai hilirnya juga lancar, tersedia aman, kalau tersedia banyak, saya kira harganya juga akan seusai HET Rp14 ribu," katanya. (*)
Editor : inilahkoran


