Stop Panic Buying, Ayu Minta Mini Market Atur Penjualan Minyak Goreng
Pemkab Cirebon meminta masyarakat tidak melakukan panic buying lantaran saat ini minyak goreng kosong di beberapa mini market,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Stok minyak goreng di beberapa gerai mini market di Kabupaten Cirebon kosong. Bahkan kekosongan tersebut terjadi sejak sepekan yang lalu.
Pemkab Cirebon pun meminta mini market untuk membatasi penjualan minyak goreng dan masyarakat jangan panik, akhirnya melakukan panic buying.
Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih langsung turun ke lapangan untuk memastikan kekosongan minyak goreng. Dia pun lansung melakukan pengecekan ke beberapa mini market. Hasilnya, beberapa gerai mini market tidak memiliki stok minyak goreng alias kosong.
Baca Juga: Anies Baswedan Ajak Ridwan Kamil Jajal JIS, Netizen: Kode Capres & Cawapres 2024
Penasaran, Ayu sapaan akrab langsung mengecek ke sejumlah gudang milik distributor atau produsen minyak goreng. Hasilnya tetap sama, tidak ada stok minyak goreng di sana.
"Tadi kita sudah cek ke sejumlah minimarket memang stok minyak goreng lagi kosong," kata Ayu, Kamis 17 Februari 2022.
Bahkan dia juga mengecek gudang gerai minimarket untuk lebih memastikan keberadaan minyak goreng dan mengantisipasi adanya tindakan penimbunan. Namun setelah dilakukan pengecekan memang dipastikan tidak terdapat minyak goreng yang ditimbun oleh gerai minimarket.
"Karena sempat viral beberapa hari yang lalu soal adanya dugaan penimbunan oleh karyawan minimarket di daerah lain, saya juga sempat ngecek di gudang dan ternyata kosong gak ada minyak goreng," jelasnya.
Mengantisipasi panic buying, dia juga meminta kepada pengelola minimarket untuk memberikan syarat belanja minyak goreng.
"Untuk pembatasan pembelian minyak goreng, seharusnya ada syarat tertentu supaya keberadaan minyak goreng tetap ada dan tidak terjadi panic buying," bebernya.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga 1 Pekan ke-26: Cuma Rehat 3 Hari, Persib Bakal Lawan Persipura
Dirinya memastikan penyebab kelangkaan minyak goreng, dikatakannya karena permintaan banyak akan tetapi stok minyak goreng terbatas.
"Persoalan ini harus segera ditanggulangi karena beberapa bulan ke depan kita akan dihadapkan dengan bulan Ramadhan," ujarnya.
Sementara itu, seorang pegawai minimarket Rudi (23) menuturkan, kelangkaan minyak goreng sudah terjadi sejak seminggu terakhir karena belum menerima pasokan dari pusat gudang.
Baca Juga: Duaar! 172 Santri di Garut Terpapar Covid 19
"Kelangkaan ini udah seminggu karena belum nerima pasokan lagi dari gudang," ungkapnya.
Dia menambahkan, saat ini minimarket hanya bisa menawarkan minyak goreng kedelai dan kelapa dengan harga Rp 46.000 per liter.
"Karena kita belum nerima pasokan minyak goreng, jadi minyak goreng yang kami display ini berbahan dasar kedelai dan kelapa," tukasnya.(Maman Suharman)
Editor : inilahkoran


